SUARA

Butuh Oleh-oleh Khas Kendari? Mampir saja ke Stan Dekranasda

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kendari tidak ketinggalan mempromosikan produk kerajinan di expo Sulawesi Tenggara, rangkaian HUT Sultra ke-55. Beragam kerajinan anyaman, makanan, hingga ukiran perak tertata di stan expo Dekranasda.

Selama expo Sultra, Dekranasda Kendari memamerkan beragam oleh-oleh kerajinan anyaman Nentu, tenunan khas Kendari berbagai motif, cokelat batang Anoa, cemilan khas Kendari, ukiran perak berbentuk bros, cincin dan pin hasil karya masyarakat setempat binaan pemerintah.

Anyaman Nentu merupakan anyaman terbuat dari tumbuhan liar di hutan, tetapi sejenis bambu dengan ukuran kecil. Oleh masyarakat setempat, khususnya Kelurahan Baruga, Kota Kendari, bahan tersebut disulap menjadi anyaman penutup talang atau tempat menyimpan piring di acara-acara besar maupun kecil.

Produk kerajinan di stan expo Dekranasda Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Setiap ayamannya dihargai Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung ukuran anyaman dan kerumitan pembuatannya.

“Ini semua merupakan hasil karya masyarakat di Kelurahan Baruga, Kota Kendari,” ucap Kepala Bidang Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Kendari, Andi Raja, Jumat (26/4/2019).

Beda halnya kain tenun. Produk ini hasil kerajinan masyarakat Kelurahan Gunung Jati, Kelurahan Mangga Dua, Kelurahan Labibia, dan Kelurahan Abeli.

yamaha

Ada juga sejumlah motif tenunan khas Tolaki, Muna, dan Buton dipamerkan dalam stan tersebut.

Koordinator stan expo Dekranasda Kendari ini menambahkan, terkait produk cemilan yang dihasilkan dikemas dalam ukuran tertentu. Rasa cemilan juga dibuat berbagai varian, seperti coklat, stroberi, dan melon. Cemilan tersebut bahkan dipasarkan di sejumlah swalayan mitra Pemkot.

Produk kerajinan di stan expo Dekranasda Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
 
Produk kerajinan di stan expo Dekranasda Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Produk kerajinan di stan expo Dekranasda Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Sedangkan kerajianan perak dihasilkan dari para pengrajin Kelurahan Lepo-lepo, Kota Kendari. Harganya pun bervariasi, tergantung keinginan dan kebutuhan konsumen.

“Semua pengrajin tersebut berkreasi di bawah bimbingan Ketua Dekranasda Kendari, Sri Lestari Sulkarnain,” tambahnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.