Dikmudora Kendari: Pendaftaran Online akan mengantisipasi Pungli Saat PPDB

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tak lama lagi. Terkadang momen ini, dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan dari orang tua siswa. Upaya mengantisipasi itu, kini pendaftaran dilakukan berbasis online. Seperti dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari yang menggandeng Telkom selama proses penerimaan tersebut.

Dijelaskan Pelaksana Tugas Kepala Dikmudora Kota Kendari, Sartini Sarita, PPDB dilakukan berbasis online. Situs pendaftarannya pun akan disampaikan dalam waktu dekat. Selain memudahkan registrasi pendaftaran, sistem online dianggap mampu mengantisipasi adanya ruang oknum memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

“Pendaftaran online 21-23 Juni. Ada aplikasi baru, programnya itu, Insya Allah akan masuk dalam beberapa hari ini. kita belum bisa beritahukan sekarang, karena belum diberikan Telkom. Jadi dibiayai oleh BOS, bukan masyarakat,” kata Sartini kepada SultraKini.Com, Minggu (3/6/2018).

Pendaftaran sistem online telah terlaksana dua tahun terakhir di tingkat SD dan SMP. Namun tahun sebelumnya, cara ini belum produktif terlaksana atau masih ditemukan kendala, seperti masyarakat belum tahu persis tentang hal itu serta aplikasinya belum terlalu siap. Sebab, kurang memberikan ruang sosialisasi dengan jadwal PPDB yang satu waktu. Sartini optimis, PPDB online tahun ini akan maksimal dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu upaya pihaknya, mensosialisasikannya dengan orang tua siswa sewaktu penerimaan rapot 2 Juni lalu. Begitu juga membuka ruang aduan bagi masyarakat terkait PPDB jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

“Kita kan baru, jadi masyarakat belum tahu persis. Tahun lalu itu aplikasinya belum terlalu siap, karena waktu itu Permendikbud 17/2017 disosialisasikan di bulan Juni, sementara kita harus terima siswa juga di bulan Juni, sehingga aplikasi yang tahun lalu belum terlalu mantap. Tahun ini saya minta bantuan dengan Telkom,” ungkap Sartini.

Dikmudora Kendari menekankan kepada masyarakat, terdapat dua macam biaya pendidikan, yakni personal dan operasional. Biaya personal, yaitu biaya tanggung jawab orang tua siswa mulai dari baju sampai perlengkapan sekolah lainnya. Sementara operasional melalui dana BOS. Namun dalam perkembangannya, pihak sekolah memberikan pakaian seragam untuk dipenuhi oleh orang tua siswa. Tujuannya, mengurangi kesenjangan sosial di antara siswa. Kebijakan ini tentunya harus disetujui pihak sekolah bersama orang tua siswa.

“Di sekolah itu kan juga ada baju seragamnya, sebenarnya tidak ada dalam aturan, tapi biar tidak adanya perbedaan si kaya dengan si miskin maka disamakan warna bajunya. Oleh komite sekolah berinisiasi untuk belikan seragam. Iya (melalui rapat dengan orang tua),” terang Sartini.

PPDB 2018, Dikmudora Kendari menyediakan 87 titik pendaftaran, dengan rincian 65 titik di tingkat SD dan 22 titik di tingkat SMP. Pendaftaran dimulai pada 21-23 Juni 2018. Pengumuman 28 Juni 2018. Pendaftaran ulang 29-30 Juni mendatang.

 

Laporan: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.