Ikatan Apoteker Indonesia di Sultra Kampanyekan Penggunaan Masker Kain

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Di tengah terjadinya kelangkaan masker akibat pandemi virus corona atau Covid-19, pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Tenggara mengampanyekan penggunaan masker kain dengan membagikan sekira seribu masker kain di sejumlah lokasi, Kamis (2/4/2020).

IAI Sultra membagikan masker kain di Kota Kendari, tepatnya Pasar Anduonuhu, Pasar Panjang, Pasar Mandonga, dan Pasar Sentral Kota Kendari.

Ketua IAI sultra, Harmawati, mengatakan pembagian masker ini bertujuan mengedukasi masyarakat supaya terhindar dari bahaya virus. Di satu sisi, penggunaan masker kain bisa menjadi alternatif akibat kelangkaan masker.

“Kita minta masyarakat-cukup pakai masker kain saja karena hanya untuk melindungi diri dan orang lain, tidak usah cari masker pabrik, biarkan saja tenaga medis, perawat atau dokter yang memakai masker pabrik karena mereka berhadapan langsung dengan orang sakit atau pasien,” jelasnya.

Keuntungannya memakai masker kain, kata dia, selain melindungi diri juga menjadi sektor pemberdayaan masyarakat untuk membuat dan mendapatkan keuntungan atau income.

“Pemakaian masker ini tujuan utamanya adalah melindungi diri,” tambahnya.

Kampanye penggunaan masker kain oleh pengurus IAI Sultra. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

IAI juga mengimbau semua apotek di Sultra memasang spanduk edukasi kampanye pencegahan virus corona di halaman depan apotek masing-masing, sesuai dengan imbauan yang dianjurkan oleh pemerintah, baik itu cara pencegahan maupun anjuran perilaku hidup bersih dan sehat.

Wakil Ketua IAI Sultra, Gunawan, menambahkan masker memiliki beberapa jenis, yaitu masker medis dan masker non-medis atau masker kain. Perbedaannya terletak pada daya filtrasinya.

“Yang kita bagikan ini masker non-medis atau masker kain, masker ini tidak punya kemampuan untuk memfilter tapi memproteksi karena mempunyai kemampuan menahan droplet karena sepengetahuanku virus itu penyebarannya tidak melalui udara tapi kontak langsung,” kata Gunawan.

Sementara masker medis, seperti N95 hanya akan diperuntukkan untuk tenaga medis karena dilengkapi khusus dengan katup untuk memfilter masuknya virus.

Menurutnya, pengguna masker itu sebaiknya per tiga jam harus dibuka atau diganti. Bahkan, jika perlu masker kain sebaiknya dicuci.

“Masker itu jangan dipakai terus-terusan, biasakan per tiga jam itu harus dibuka, kalau perlu ganti,” tambahnya.

Berdasarkan Gugus Tugas Covid-19 Sultra per 2 April 2020 pukul 09.00 Wita, tercatat 15 orang tanpa gejala (OTG), 1.059 orang dalam pemantauan (ODP), 16 pasien dalam pengawasan (PDP) (1 orang meninggal hasil lab belum keluar), dan 3 orang positif.

(Baca juga: Update 1 April 2020 Covid-19 di Sultra: OPD Berkurang, PDP Bertambah, 3 Positif)

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.