SUARA

Juni 2020: Impor Sultra Naik 96,51 Persen, Besi dan Baja Komoditas Utamanya

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Nilai impor Sulawesi Tenggara pada Juni 2020 tercatat US$206,95 juta atau mengalami kenaikkan sebesar 96,51 persen dibanding impor Mei 2020 yang tercatat US$105,31 juta. Sedangkan volume impor pada Juni 2020 tercatat 454,67 ribu ton atau naik 174,63 persen dibanding impor Mei 2020 yang tercatat 165,56 ribu ton.

Data Badan Pusat Statistik Sultra periode Januari 2019-Juni 2020, nilai impor tertinggi tercatat pada November 2019 mencapai US$341,77 juta dan terendah pada Maret 2019, yaitu US$28,75 juta. Sementara volume impor tertinggi tercatat pada November 2019 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah pada Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

“Impor Sultra Juni 2020 didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$80,26 juta (38,78 persen) dan di urutan kedua adalah kelompok komoditi bahan bakar mineral dengan nilai US$45,43 juta (21,95 persen). Sedangkan kenaikkan terbesar impor Juni 2020 dibanding Mei 2020 terjadi pada kelompok komoditi besi dan baja senilai US$80,26 juta (246,89 persen),” jelas Kepala BPS Sultra, Agnes Wiadiastuti, Senin (3/8/2020).

Agnes menambahkan, impor Sultra Juni 2020 mengalami kenaikkan 96,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikkan impor terbesar dari Negara Tiongkok senilai US$36,94 juta (57,91 persen).

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-Juni 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$363,46 juta (62,58 persen), diikuti Australia dengan nilai US$76,89 juta (13,24 persen), dan Singapura dengan nilai impor US$52,38 juta (9,02 persen).

yamaha

“Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 84,84 persen dari total impor Sultra pada Januari-Juni 2020,” kata Agnes.

Menurut golongan penggunaan barang, selama Juni 2020 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar, yaitu 89,88 persen dengan nilai US$186,01 juta.

“Selama Januari-Juni 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami kenaikkan US$1,63 juta (608,94 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikkan sebesar 164,85 persen atau senilai US$388,73 juta, dan barang modal naik 608,94 persen atau senilai US$100,12 juta,” terangnya.

Sementara itu, nilai neraca perdagangan Provinsi Sultra Juni 2020 mengalami defisit sebesar US$64,03 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sultra Januari-Juni 2020 mengalami surplus US$69,57 juta.

Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu pada Januari-Juni 2019, dimana nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus US$475,14 juta. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.