Pilkada koltim

Ketua DPRD Sultra: Petani Kuatkan Nilai Ekonomi pada Situasi Pandemi Covid-19

Petani padi sawah di Kampung Amohalo, Kota Kendari menghasilkan panen padi hingga 7 ton gabah per hektar sawah. Hasil itu naik dari 3 ton gabah sebelum mereka menggunakan pupuk organic yang dibantukan oleh Ketua DPRD Sultra, Abdul Rahman Saleh.

SULTRAKINI.COM: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdul Rahman Saleh menyatakan bahwa masyarakat tidak boleh diam di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia dan dunia.

“Kita tidak boleh tidur, tidak boleh diam, melainkan harus tetap bekerja,” kata Abdul Rajman Saleh ketika melakukan panen padi sawah di Kampung Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Jumat (16/10/2020).

Dalam kegiatan penyerahan pupuk organik biota dari DPRD kepada petani, Abdul Rahman Saleh mengapresiasi para petani yang secara tidak langsung menguatkan nilai perekonomian di Sultra dalam situasi pandemi saat ini.

Selain itu, kehadirannya di Amohalo yang kedua kalinya itu juga untuk mendengarkan permasalahan yang dialami para petani.

Pemerintah juga memberikan bantuan berupa pupuk Botani, yang mana telah membantu petani dalam meningkatkan jumlah produksi gabah mereka, dari 3 ton menjadi 7 ton per hektar.

Bantuan yang diberikan dengan metode mencampurkan 50 persen pupuk alami dan 50 persen pupuk kimia, petani dapat memanen gabah pada 40 hektar. Direncanakan hal ini akan terapkan secara nertahap pada 217 hektar hingga 500 hektar.

Pilkada

Ketua Gapoktan Samedra, Arif Rampe menyampaikan terima kasih dengan adanya bantuan dari pemerintah untuk para petani. Atas kehadiran Ketua DPRD Sultra tersebut, dirinya dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya  terkait kondisi yang dialami oleh petani.

“Besar harapan kami karena adanya kesempatan ini, setidaknya masyarakat bisa menyuarakan suaranya kepada wakilnya yang duduk di DPRD. Selama ini kita ini buntu, tidak ada jalan. Sekarang dengan adanya mereka kita bisa menyampaikan aspirasi kita, apa yang dibutuhkan petani, termasuk jalan, tanggul, bendungan, dan irigasi-irigasi lainnya,” kata Arif.

Ia menambahkan, petani saat ini sangat membutuhkan adanya perbaikan bendungan, yang kondisinya sudah rusak, selain itu juga perbaikan jalan, tanggul dan penyediaan penggilingan.

Untuk sementara ini masyarakat hanya dapat menggunakan pompa air untuk dapat mengaliri air ke lahan mereka.

Abdul Rahman Saleh akan menindaklanjuti aspirasi dari petani tersebut kepada pemerintah dengan harapan ke depannya para petani mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Laporan: Rohiyani

Editor: M Djufri Rachim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.