Kodim Kendari Siap Lumpuhkan Embrio Begal

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Maraknya tindak krimal begal akhir-akhir ini yang sudah meresahkan masyarakat di Kota Kendari menjadi perhatian serius Kodim 1417/Kendari dengan mengerahkan pasukan khusus pengamanan langsung.

Dandim 1417/Kendari, Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya, mengatakan untuk menjawab perkembangan situasi di daerah Kota Kendari terkait isu banyaknya pembegalan di Kota ini, dan berdasarkan perintah dari Komandan Korem 143/Halu Oleo, langsung membantuk dua tim khusus.

“Tim pertama, Pasukan Reaksi Cepat Gajah Mada beranggotakan satu peleton prajurit bersenjata. Tin ini secara fisik langsung melalukan penindakan terhadap beberapa obyek atau tempat yang disinyalir menjadi titiki – titik tempat keramaian dan pembegalan yang meresahkan masyarakat,” ungkap Lutvi Haris Wijaya usai memimpin apel operasi, Sabtu malam (13/7/2019).

Sedangkan tim dua, katanya, merupakan tim siluman atau tim Pradabashu yang bergerak secara senyap diwilayah-wilayah yang dianggap sebagai tempat para begal meluncurkan aksi begalnya.

“tim ini akan bekerjasama dengan tim reaksi cepat bersama dengan tim dari polres Kendari, karena kita juga bersinergi dengan teman-teman kepolisian Polres Kendari,” ucap Letkol Fajar.

“Seluruh tim ini akan bekerja secara maksimal melumpuhkan bibit-bibit embrio begal yang sudah meresahkan masyarakat Kendari untuk segera diatasi dengan cepat sebelum tumbuh menjadi besar,” lanjutnya lagi.

Katanya, tim bentukan kodim ini tidak hanya akan menyisir ancaman begal tapi tindakan-tindakan kriminalitas yang lainnya seperti judi, minuman keras juga akan menjadi perhatian karena itu juga memicu terjadinya keributan.

“Kami akan telusuri kelompok-kelompok pemuda yang senang berpesta miras karena hal itu tentunya tidak baik, kita harus segera akhiri karena dari sinilah nantinya timbulnya kejahatan seperti perkelahian, pembunuhan, geng motor dan lain sebagainya,” jelas Fajar.

Dirinya mengisahkan berkaca dari kejadian di daerahp-daearah Jawa ketika geng-geng motor didiamkan, tidak diambil tindakan secara keras, mereka akan berkembang secara masif.

Olehnya itu, katanya, sebelum embrio atau bibit-bibit kejahatan itu tumbuh menjadi besar maka harus bergerak cepat untuk dihancurkan, karena ketika sudah besar, penanganannya akan menjadi lebih sulit.

“Ketika kita (TNI) sudah turun, apa yang kita lakukan adalah penindakan, langsung kita lumpuhkan, tembak di tempat,” tegasnya.

 

Laporan : Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.