Iklan Clarion

Pengakuan Korban QNet Dipaksa Jual Barang Berharga Hingga Gadaikan Sertifikat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Terungkapnya dugaan penipuan berkedok perusahaan Multilevel melalui produk unggulan, menarik sorotan publik. Kasus ini mencuat setelah ratusan warga di Provinsi SulawesiTenggara (Sultra), mengaku telah menjadi korban QNet dan melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sultra.

Satu-persatu rahasia perusahaan QNet mulai terkuak dari pengakuan beberapa warga yang mengaku telah menjadi korban akibat kebohongan pengelola QNet di Kota Kendari.

(Baca: Tertipu Jutaan Rupiah, Perusahan MLM QNet Dilapor Ke Polda Sultra)

Salah satunya adalah Anes (32) asal Warga Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Bergabung bersama QNet sejak 2015 lalu dan telah mengeluarkan uang pendaftaran senilai Rp 7.300 ribu. Uang jutaan rupiah tersebut dibayar sebagai salah satu syarat untuk bergabung  bersama QNet.

“Kami selalu di iming-imingi akan mendapat keuntungan besar jika bergabung di QNet. Tetapi kita harus merekrut anggota sebanyak-banyaknya agar bisa mendapat poin yang tinggi. Menurut mereka, kalau tidak sanggup dibayar lunas pendaftaran itu, bisa dihutang atau dicicil. Selain itu, kita disarankan untuk menjual barang berharga yang nilainya tinggi, baik itu elektronik maupun emas. Tidak hanya itu juga, kita disarankan menggadaikan BPKB, sertifikat kepada mereka,” ujar Anes kepada SultraKini.Com, Kamis (22/2/2018).

Anes mengungkapkan, banyak cara yang diajarkan oleh pihak pengelola QNet agar dapat merekrut anggota untuk meraup keuntungan. Salah satunya dengan cara mempomosikan produk obat yang memiliki efek dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

“Kita malahan diajar berbohong oleh mereka, terutama terhadap anak sekolah, agar dia mau bergabung dengan cara membohongi orang tuanya untuk bisa mendapat uang,” katanya.

Hal mengejutkan lainnya, uang yang telah masuk milik setiap anggota QNet yang telah bergabung tidak dapat ditarik lagi tanpa mendapatkan apapun. 

“Pernah saya saat meminta keluar dari QNet dan memin tabuang itu kembali, mereka tidak memberikannya. Alasannya kalau memang ini terbukti penipuan baru uang itu kembali dan nyatanya sampai saat ini saya tidak melihat uang itu lagi,” ucap Anes. 

Laporan: Wayan Sukanta

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.