Pulihkan Ekonomi, OJK Sultra Libatkan Ratusan Investor dan UMKM Capai Target Inklusi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melakukan kolaborasi dalam rangka mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen dan literasi keuangan sebesar 50 persen pada tahun 2024 sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). 

Kali ini, OJK Sultra berkolaborasi dengan program kerja bidang Literasi dan Inklusi Keuangan Forum Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra tahun 2021 dalam kegiatan Bazar Intermediasi “Peran dan Inovasi Industri Jasa Keuangan Pulihkan Ekonomi Nasional”.

Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM dari Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur kurang lebih 270 undangan yang terdiri dari investor bisnis, UMKM dari Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur, mahasiswa, pelaku retail, industri perbankan dan non bank. 

Rektor Universitas Lakidende Prof. Rostin, yang hadir membuka kegiatan, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan, FKIJK dengan Universitas Lakidende yang melibatkan anak-anak muda Sultra. 

Rektor Universitas Lakidende menyampaikan melalui business matching (bazar intermediasi) diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan jiwa kewirausahaan/entrepreneurship generasi muda, yang nantinya dapat membantu pemerintah dalam pengurangan angka pengangguran.

“Sehingga kedepannya anak-anak muda ini tidak hanya mengharapkan lapangan pekerjaan yang sudah tersedia, namun dapat berkontribusi untuk membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution, menyampaikan Business Matching yang tahun ini fokus pada Pemulihan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi Covid-19. 

“OJK menaruh perhatian besar pada upaya peningkatan akses dan literasi keuangan masyarakat di pelosok negeri, berbagai inisiatif telah kami luncurkan dan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Fredly, Senin (7/6/2021) saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLKI) ke-tiga yang dilakukan OJK pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen. 

Secara khusus di Sultra Indeks Literasi Keuangan (ILK) sebesar 36,75 persen dan Indeks Inklusi Keuangan (IIK) mencapai 75,07 persen (di bawah target nasional). Pemerintah, OJK, Kementerian/lembaga terkait, Industri Jasa Keuangan dan berbagai pihak lain, dan terus meningkatkan edukasi di masyarakat. 

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan dialog publik, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, diantaranya Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra Ridhony MH Hutasoit. Dia menjelaskan peran dan inovasi OJK serta sektor jasa keuangan dalam pemulihan ekonomi.

Kemudian, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sultra, Ricky menjelaskan pengenalan pasar modal dan securities crowdfunding, dan Kepala Perwakilan PNM Kendari, Salim, menjelaskan produk-produk pembiayaan mikro diantaranya pembiayaan syariah, Mekaar dan Ulamm,

Pemateri lainnya yakni Lambertus Dwi Setiawan Branch Manager PT Asuransi Jasindo Sultra menjelaskan Asuransi Nelayan Mandiri, Andi Amrah Achmad Kepala Bagian Pemasaran KMK Bank Sultra menjelaskan Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

“Kegiatan kolaborasi antara OJK, FKIJK Sultra, dan Universitas Lakidende diharapkan dapat dapat menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi daerah dan nasional dengan membuka dan memberikan peluang kepada anak-anak muda Kabupaten Konawe serta UMKM, sebagai bagian dari pendorong roda ekonomi di daerah,” pungkas Fredly. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.