Tips Berpuasa Ala Plt Wali Kota Kendari Biar Kerja Tetap Optimal

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebagai pejabat publik di tengah-tengah padatnya jadwal pekerjaan dan kunjungan kerja di beberapa wilayah di Kota Kendari, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain rupanya punya tips khusus dalam menjalankan ibadah puasa di Ramadan 1439 Hijriah sekaligus tetap produktif dalam bekerja.

“Ramadan ini tidak ada yang berbeda dari ramadan-ramadan sebelumnya, karena sudah merupakan ibadah yang setiap tahun dijalankan. Tapi hanya karena saat ini situasinya sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun pertama kami menjalani roda pemerintahan, maka perlu membutuhkan tanggung jawab besar, perhatian dan waktu sesuai dengan janji politik kita saat kampanye untuk mewakafkan diri untuk masyarakat Kota Kendari,” kata Sulkarnain ditemui saat melakukan kunjungan di masyarakat, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, momentum ramadan semestinya harus bersama keluarga, namun tugas sebagai abdi negara juga diseimbangkan pula dengan urusan pribadi atau keluarga.

“Harapannya sih ingin mendampingi keluarga, anak-anak, mereka juga punya hak tapi karena sekarang ini lebih banyak dibutuhkan masyarakat maka harus menyesuaikan. Bahkan kita pagi-pagi sudah keluar rumah, menghadiri acara, kemudian inspeksi, bahkan sejak pertama ramadan selalu pulang sore. Tapi sudah lah, itu kita jalani demi masyarakat bukan sekadar janji politik, tapi betul-betul kita implementasikan,” terang Sulkarnain.

yamaha

Salah satu caranya yang rutin ia lakukan tetap menjaga kestabilan tubuh, rupanya tidak sulit hanya dengan mengkonsumsi madu dengan air hangat.

“Saya terbiasa konsumsi madu dengan air hangat itu aja, itu juga obat resep nabi jadi kita ikut saja, khasiatnya hanya orang kesehatan yang bisa menjelaskan, terus terang saya juga merasakan di tengah aktivitas fisik yang cukup banyak itu yang coba saya lakukan,” tambahnya.

Dirinya juga menghimbau kepada Aparat Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah Kota Kendari di bulan suci ramadan ini tetap meningkatkan kinerja kerja, selain sebagai tugas utama juga bisa bernilai ibadah, walaupun jam kerja salama ramadan disesuaikan sehingga bisa punya waktu bersama keluarga, tapi bukan berarti tanggung jawab melayani masyarakat berkurang karena alasan puasa.

“Jangan karena alasan puasa sehingga kinerjanya menurun, itu tidak boleh, nanti justru dosanya berlipat ganda juga, karena sudah tidak bekerja secara optimal menjadikan puasa sebagai alasan, kalau perlu harus lebih meningkat supaya pahalanya juga meningkat,” jelasnya.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.