Capaian Vaksinasi Booster di Baubau Masih Rendah, Dinkes Ubah Syarat Penerima

  • Bagikan
Masyarakat penerima vaksin Covid-19 (Dok.SULTRAKINI.COM)
Masyarakat penerima vaksin Covid-19 (Dok.SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Capaian vaksinasi booster atau vaksinasi tahap III di Kota Baubau sebanyak 3.357. Angka ini dinilai masih rendah karena baru mencapai 2,79 persen dari yang ditargetkan Pemerintah Kota Baubau.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Marfiah, mengatakan untuk percepatan vaksinasi booster pemerintah telah melakukan regulasi atau perubahan syarat untuk penerima vaksinasi tahap ke III ini.

Sebelumnya, masyarakat yang telah menerima vaksin tahap ke II baru boleh menerima vaksinasi booster pada bulan ke 6 pasca vaksin, namun saat ini dipercepat intervalnya menjadi 3 bulan saja.

“Kemarin masuk lagi regulasi untuk percepatan booster tidak harus menunggu lagi 6 bulan, 3 bulan sudah bisa diberikan booster. Kami mulai dari kemarin sudah buka yang booster untuk 3 bulan,” ungkapnya Marfiah, Rabu (2 Maret 2022).

Dikatakannya, capaian vaksinasi booster ini masih relatif sedikit karena pelayanan vaksinasi ini sebelumnya masih diperuntukkan untuk pelayanan vaksinasi pada nakes dan pelayanan publik yang memenuhi syarat interval vaksin 6 bulan artinya target vaksin memang masih kecil.

Untuk itu, Marfiah mengajak masyarakat yang sudah menerima vaksin tahap ke II minimal 3 bulan terakhir untuk menerima vaksin booster di fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah.

Baca:   Realisasi Kredit BTN di Baubau sudah Rp 128 Miliar

“Persiapan yang khusus untuk booster hanya persiapan mental, KTP saja atau kartu vaksin yang kedua,” kata Marfiah.

Syarat tersebut lanjut Marfiah, diperuntukkan untuk semua kalangan mulai dari nakes, masyarakat umum, pelayanan publik, maupun lansia.

“Lansia tidak dikhususkan yang penting dalam keadaan sehat dan sudah 3 bulan keatas menerima vaksin tahap 2,” ucapnya.

Adapun jenis vaksin booster yang digunakan di Kota Baubau yaitu jenis vaksin pfizer, moderna, astra zeneca.

Marfiah mengatakan pemilihan jenis vaksin bisa homolog artinya jenis vaksin yang digunakan sama dengan jenis vaksin tahap I dan II dan bisa juga heterolog yaitu jenis vaksin booster yang digunakan berbeda dengan dosis satu dan dosis dua.

“Yang menentukan itu di meja dua dokternya karena diliat kondisinya atau tergantung juga pilihan yang mau booster,” jelasnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan