Kota Kendari Naikan Target Vaksin Covid-19, Muna dan Kolaka Timur Kejar Target 50 Persen

  • Bagikan
Vaksinasi di lingkungan Pemkot Kendari. (Foto: kendari.go.id)
Vaksinasi di lingkungan Pemkot Kendari. (Foto: kendari.go.id)

Sulawesi Tenggara merupakan provinsi yang belum mencapai 70 persen vaksinasi Covid-19. Kini pemerintah setempat menggenjot capaian itu. Pemkot Kendari sebagai daerah satu-satunya sudah mencapai 70 persen menaikan target menjadi 80 persen. Sementara di Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Kolaka Timur, mengejar target itu. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.

SULTRAKINI.COM: Kota Kendari adalah satu-satunya daerah yang telah mencapai 70 persen capaian vaksinasi Covid-19, dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Namun demikian tidak membuat puas Pemkot Kendari puas sehingga membuat target capaian 80 persen pada akhir tahun 2021.

Sekretaris Kota Kendari, Hj Nahwa Umar, menjelaskan capaian 80 persen itu dilakukan dengan berbagai upaya.

“Setiap hari kita buka layanan vaksinasi di Kantor Dinkes dan Puskesmas, sehingga dapat mencapai target seratus persen pada akhirnya,” kata Nahwa Umar.

Sementara itu di Muna organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat ikut menggenjot cakupan vaksinasi dengan cara menjemput bola untuk mencapai akselerasi herd-immunity di Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Beberapa desa sasaran diantaranya adalah wilayah Tiworo Raya yang dipusatkan di Desa Mekar Jaya dengar target 900 orang. Vaksinasi di sini IDI melibatkan Pemkab Mubar, TNI, Polri, BIN, IDI dan PPNI.

Baca:   Per Juli 2019, Industri Jasa Keuangan di Sultra Bertambah 11 Entitas

Sedangkan di Kabupaten Muna dilakukan di dua tempat yakni Mabodo dan Lohia dengan capaian 1.000 orang.

Sementara itu dari Kolaka Timur, percepatan vaksinasi antara lain dilakukan di Desa Puundokulo, Kecamatan Poli-Polia menargetkan 50 persen warga di sana harus sudah divaksin pada akhir 2021.

Kepala Puskesmas Polipolia, Firman MN, S.Kep, MM mengatakan terkait percepatan  vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan dari Puskesmas Polipolia menyediakan 22 tenaga medis untuk melayani 11 desa dan satu kelurahan.

Laporan: M Djufri Rachim

  • Bagikan