Pemkot Targetkan Sanitasi di Kendari 100 Persen pada 2020

  • Bagikan
Wali Kota Kendari, Sulkarnain mengukuhkan Pengurus Forum Kota Sehat Kota Kendari. (Foto: Humas Pemkot Kendari)
Wali Kota Kendari, Sulkarnain mengukuhkan Pengurus Forum Kota Sehat Kota Kendari. (Foto: Humas Pemkot Kendari)

SULTRAKINI.COM: KENDARIPemerintah Kota Kendari menargetkan akses sanitasi 100 persen pada 2020. Guna mendukung itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengukuhkan pengurus Forum Kota Sehat periode 2019-2024 di PlazaInn Hotel Kendari, Selasa (29/1/2019).

“Alhamdulillah angka sanitasi kita sudah mencapai 99,1 persen. Kita target tahun ini rampung semua. Memasuki 2020 sebagaimana janji saya kepada ibu Menkes, Insya Allah kita akan penuhi, benar-benar Kota Kendari 100 persen akses sanitasi itu bisa kita capai,” ujar Sulkarnain.

Untuk mencapai sanitasi 100 persen tersebut, Pemkot Kendari akan memberikan bantuan sarana sanitasi, khususnya kepada mereka yang masuk kategori tidak mampu.

“Seratus persen itu kan sanitasi yah, tentu masyarakat yang khususnya kategori tidak mampu kita stimulan dengan program pemerintah, pembangunan jamban standar. Tangki septik yang kedap supaya tidak lagi buang air sembarangan,” ucapnya.

(Baca: Titik Terang Program Sanitasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Pemkot Kendari)

“Selama ini kan ada istilah WC terbang, gitu yah, macam-macam, nah itu yang tidak kita inginkan. Saya kira itu sudah tidak bisa lagi kita pertahankan harus di ubah karena dengan begitu lingkungan kita bisa terjaga,” jelasnya.

Kendari Bebas dari buang air sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), bagian dari target Pemkot Kendari. Hal ini bahkan dideklarasikan, berupa deklarasi kelurahan stop buang air besar sembarangan.

Sejumlah camat dan lurah juga diberikan sertifikat ODF guna memastikan wilayahnya bebas dari perilaku buang air sembarangan.

Baca:   Pemkot Inventaris Aset Daerah untuk Dimusnahkan 

“Yang tersisa tahun ini kita akan tuntaskan. Memang yang tersisa ini untuk wilayah-wilayah pinggiran, wilayah-wilayah pesisir yang memang selama ini tantangannya cukup berat, tapi kita optimis Insya Allah bisa kita ajak masyarakatnya,” sambungnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain. (Foto: Humas Pemkot Kendari)
Wali Kota Kendari, Sulkarnain. (Foto: Humas Pemkot Kendari)

Kelurahan yang masih stop buang air besar sembarangan tercatat masih ada 13 kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Nambo, Abeli, Kemaraya, Perumnas, Puuwatu, dan Puskesmas Mata, di antaranya Kelurahan Bungkutoko, Tondonggeu, Petoaha, Puday, Lapulu, Poasia, Lahundape, Korumba, Mandonga, Punggolaka, Puuwatu, Watulondo dan Kelurahan Kendari Caddi.

Sementara distribusi KK yang belum memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan Kota Kendari, antara lain Kecamatan Kendari sebanyak 307 KK, Kecamatan Kendari Barat sebanyak 139 KK, Kecamatan Mandonga sebanyak 155 KK, Kecamatan Puuwatu sebanyak 139 KK, dan Kecamatan Kadia sebanyak 31 KK.

Sulkarnain berharap adanya keterlibatan semua pihak dalam rangka mewujudkan visi misi Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, teknologi, dan informasi. Termasuk masyarakat. (SMSI)

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan