Pengen Punya Hasil Foto Terbaik untuk Promosi Pariwisata, Begini Tips dari Fotografer Senior

  • Bagikan
Fotografer Senior, Mario Marcello Kojongian saat membawakan materi pada Pelatihan Penulisan Konten Pariwisata di Baubau. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Fotografer Senior, Mario Marcello Kojongian saat membawakan materi pada Pelatihan Penulisan Konten Pariwisata di Baubau. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Menentukan arah cahaya pada kamera dalam pengambilan foto sangat menentukan kualitas gambar dan mempengaruhi daya tarik dari foto tersebut.

Fotografer Senior, Mario Marcello Kojongian mengatakan terdapat 3 elemen dasar yang saling berkaitan dalam proses mengatur masuknya paparan cahaya ke dalam kamera sebelum mencapai sensor gambar.

Ketiga elemen tersebut disebut dengan istilah Segitiga Exposure yang terdiri dari Aperture, Shutter Speed, dan ISO.

Aperture merupakan berapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa. Shutter Speed adalah kecepatan waktu aperture terbuka dalam menerima cahaya yang masuk, dan ISO adalah tingkat sensitivitas sensor kamera.

Pose Bersama Peserta Pelatihan Penulisan Konten dan Fotografi Pariwisata di Kota Baubau (Foto: Dok SultraKini.com)

Perubahan yang terjadi pada salah satu elemen exposure kata Mario, akan saling mempengaruhi dan akan memberikan perubahan elemen lainnya sehingga dalam mengatur satu elemen  perlu melibatkan elemen lain untuk membentuk exposure yang standard.

Dalam pengaturan aperture, Mario menyarankan untuk memilih F-stop yang lebih kecil sehingga menghasilkan foto lebih indah dengan efek bokeh untuk menghasilkan gambar yang fokus pada satu objek didepan karena akan memberikan efek blur dibelakang objek. Sementara pada foto objek yang ingin diperlihatkan jelas seluruh objek maka disarankan untuk menggunakan f-stop yang lebih besar berkisar F8 – F32.

Elemen Shutter Speed yaitu mengatur durasi bukaan jendela sensor saat menerima cahaya sebelum menutup kembali.

Baca:   17 Tim Siap Adu Skil di Toba Kaldera Asahan River 2017

Sementara ISO merupakan tingkat sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin rendah nilai ISO maka hasil foto akan semakin gelap, sebaliknya nilai ISO semakin tinggi maka semakin terang foto yang dihasilkan. 

“Sensitivitas kamera, kalau tempat yang terang kita memakai ISO yang rendah karena cahayanya sudah banyak, seorang fotografer harus peka dalam menentukan arah cahaya dengan demikian hasil jepretan memiliki kualitas baik. Baik atau buruknya kualitas gambar tergantung dari exposure,” kata Mario saat membawakan materi pada giat Pelatihan Penulisan Konten dan Fotografi Pariwisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng media online SultraKini.com, Rabu (24/11/2021).

Untuk pengaturan exposure secara manual seperti ini, lanjut Mario, akan membutuhkan waktu dan kestabilan cahaya di sekitar objek gambar ataupun camera sehingga pada camera terdapat  pilihan untuk settingan exposure automatis.

“Fotografer yang terkenal atau profesional pun terkadang memakai mode auto pada kondisi tertentu,” ucapnya.

Selain pengaturan cahaya saat mengambil gambar, Mario mengatakan seorang fotografer perlu mengetahui bagian-bagian kamera sehingga dengan memahami fungsi dan maksud bagian kamera akan memaksimalkan hasil gambar. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin


  • Bagikan