Program “Jemput Bola” Disdukcapil Baubau Dinilai Efektif

  • Bagikan
Pengambilan foto KTP oleh tim Disdukcapil Kota Baubau di Kelurahan Bukit Wolio Indah. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Pelayanan “jemput bola” oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dinilai efektif membantu masyarakat dalam melengkapi dokumen kependudukan. Kegiatan inipun juga dirasakan warga di Kelurahan Bukit Wolio Indah.

Tim Disdukcapil Kota Baubau mendatangi warga untuk memberikan pelayanan di lingkungan setempat. Layanan pengurusan dokumen kependudukan terpusat di Kantor Kelurahan Bukit Wolio.

Hadirnya pelayanan “jemput bola” itu disyukuri Lurah Bukit Wolio Indah, La Ode Syahrun Ramadhan. Masyarakat di wilayahnya bisa datang dengan antusias memanfaatkan pelayanan tersebut. Pihak lurah hanya menyiapkan satu ruangan sebagai tempat pemotretan, pemeriksaan dokumen hingga pengambilan sidk jari bagi warga yang membuat KTP baru.

Dengan jarak yang dekat ini, warga merasa lebih mudah mengurus administrasi kependudukannya, mulai dari akta kematian, KTP, kartu keluarga, dan pelayanan perubahan data kependudukan.

“Kami selaku perwakilan masyarakat sangat antusias sekali terhadap program dari Dukcapil khususnya program ‘jemput bola’ ini,” ujarnya, Kamis (9/9/2021).

Sejauh ini, kata Syahrun, masyarakat terkadang belum mengurusi dokumen kependudukan karena padatnya aktivitas sehari-hari, sehingga program ini dianggap sangat memudahkan masyarakat.

Demi program tersebut berjalan lancar, pihak kelurahan berkoordinasi dengan RT/RW seminggu sebelum kedatangan tim Disdukcapil agar segera diketahui masyarakat.

Baca:   Warga Kelurahan Waliabuku Mulai Khawatir Ketinggian Banjir

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, La Ode Mahmud, menjelaskan dokumen kependudukan sangat penting. Hampir semua kegiatan masyarakat membutuhkan data diri warga. Untuk itu diharapkan kesadarannya bisa melengkapi data tersebut.

“Dengan program, kita lebih dekatkan masyarakat sehingga komunikasinya juga lebih bagus dengan cara ‘jemput bola’ begini. Dokumen kepengurusan ini dianggap gampang-gampang susah, tetapi saat dibutuhkan mereka kelabakan,” Kamis (9/9/2021).

Adapun jumlah pemohon, lanjutnya, tidak dibatasi, sesuai dengan jumlah pendaftar. Umumnya dalam sehari tim Disdukcapil Baubau mencetak 60-100 KTP. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan