Sistem Bioflog, Pesantren Al-Amanah Baubau Panen 40.000 Lele

  • Bagikan
Wali Kota Baubau, AS Thamrin, saat memanen lele di Pesantren Al-Amanah, Kelurahan Liabuku, Kota Baubau pada Jumat (12/4/2019). (Foto: Istimewa).
Wali Kota Baubau, AS Thamrin, saat memanen lele di Pesantren Al-Amanah, Kelurahan Liabuku, Kota Baubau pada Jumat (12/4/2019). (Foto: Istimewa).

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Pondok Pesantren Al-Amanah yang berlokasi di Kelurahan Liabuku, Kota Baubau melakukan panen perdana 40.000 lele yang dibiakan sejak Desember 2018. Panen lele yang dikembangkan dengan sistem bioflog tersebut dihadiri oleh Wali Kota Baubau AS Thamrin, dan wakilnya serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan beberapa camat dan lurah, Jumat (12/4/2019).

Penanggung jawab budi daya lele, Ustad Ardian, mengatakan hasil budidaya lele tersebut selain dimanfaatkan oleh pesantren, juga ditawarkan kepada rumah makan. Bibit lele yang sebanyak 40.000 tersebut didatangkan dari Surabaya. Lele tersebut dipanen dan dipasarkan oleh pihak pesantren setelah memasuki usia empat bulan.

“Sebenarnya kalau mengikuti standar operasional prosedur (SOP), lele ini sudah bisa dipanen sejak memasuki usia tiga bulan. Namun hal ini tidak sesuai dengan permintaan rumah makan yang mengharapkan lele yang berukuran 25-30 cm dengan berat 250 gram,” ungkap, pengajar di pesantren Al-Amanah itu.

Menurut Ardian, lele tersebut dikembangkan dengan dua paket budidaya, masing-masing paket diterapkan pada delapan bak. Lele yang dibiakan pada 16 bak tersebut memiliki sebanyak 2.500 bibit dalam setiap bak. Dalam budidaya, pesantren Al-Amanah memberikan perawatan dengan sistem bioflok.

Pemberian makan lele, bulan pertama tiga karung dalam sehari dan usia dua bulan mencapai enam karung dalam sehari.

Baca:   Tim Wasev TMMD ke-111 Pantau Progres, Ini Komentarnya

“Pemeliharaan lele ini dengan menggunakan sistem bioflok, dimana dalam satu bak diberikan campuran garam, kapur, polase yang kami dapat dari gorontalo dari pabrik tebu. Selanjutnya dicampur dengan probiotik vitamin untuk kekebalan ikan. Selanjutnya dicampur dengan pakar lele,” terangnya.

Walikota Baubau, AS Thamrin, mengungkapkan dalam pengembangan budi daya lele tersebut, pihaknya memberikan dukungan melalui Dinas Perikanan. Adapun teknis budi daya lele dibantu oleh bantuan pemerintah Balai Perikanan Budidaya air tawar Tatelu, Menado. “Kami senantiasa memberikan support dan mengawasi budi daya lele ini,” tutupnya.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan