UHO Bawa Teknologi Air Bersih di Pesantren Al Munawarah Pondidaha

  • Bagikan
Sarana air bersih di lingkungan Pesentren Al Munawarah Pondidaha.

SULTRAKINI.COM: Air bersih yang digunakan di lingkungan Pesantren Al Munawarah, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara tidak layak konsumsi sehingga sejumlah dosen dari Universitas Halu Oleo (UHO) mencarikan alternatif melalui teknologi pengolahan air bersih terintegrasi PLTS.

Di sana, tim dosen UHO mencanangkan program kemitraan masyarakat (PKM) yang bertajuk “Green Society Partnership Melalui Penerapan Teknologi Pengolahan Air Terintegrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Mewujudkan Kemandirian Energi Pesantren Al Munawwarah.”

Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melibatkan tim dosen yang terdiri Ir. Hasmina Tari Mokui, ST, M.E., Ph.D selaku Ketua Tim serta anggota Dr. Laode Ahmad Nur Ramadhan, S.Si, M.Si dan Mustamin, ST, MT.

Kegiatan PKM ini melibatkan beberapa mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UHO yakni Wahyu Aditya, Robin, Samsul Muajin, J.N Fauzi dan Muh. Toti Alfandi serta alumni Teknik Elektro UHO, yaitu Anwar, Amd.

Sebelumnya, tim yang sama telah melakukan Focus Group Discussion pada Sabtu, 13 Agustus 2022 serta memfasilitasi ketersediaan teknologi pengolahan air bersih terintegrasi PLTS pada Pesantren Al-Munawwarah.

Pada Minggu (18 september 2022), tim PKM Green Society Partnership melakukan pelatihan yang dihadiri oleh pengurus dan santri/aantriwati Pesantren Al Munawwarah bertempat di lingkungan pondok pesantren Al Munawarah.

Baca:   Mahasiswa IAIN Kendari Gelar Sekolah Parlemen

Ketua Tim, Hasmina Tari Mokui, yang juga dosen pada Jurusan Teknik Elektro FTeknik UHO menjelaskan kegiatan ini bertujuan melatih pengurus dan santri/santriwati Pesantren Al Munawwarah mengenai cara pengoperasian dan perawatan sistem pengolahan air terintegrasi PLTS agar fasilitas ini dapat terus beroperasi meskipun kegiatan PKM Green Society Partnership telah berakhir.

La Ode Ahmad Nur Ramadhan yang merupakan dosen Jurusan Kimia, FMIPA, menyampaikan bahwa filter air perlu dilakukan penggantian sebanyak 1-3 kali sebulan tergantung dari kualitas air yang dihasilkannya.

Dalam sesi praktek, La Ode Ahmad Nur Ramadhan juga menunjukkan bahwa pemeriksaan kondisi filter dapat dilakukan secara kasat mata, yakni saat air yang dihasilkan kembali berbau besi dan/ataupun terlihat keruh.

Pada sesi praktek juga, Anwar yang merupakan alumni Teknik Elektro UHO dan pemegang Sertifikasi Kompetensi Pembangunan dan Pemasangan PLTS dari Kementerian ESDM, juga menunjukkan Teknik pengoperasian dan perawatan sistem PLTS termasuk cara membersihkan modul panel surya dengan tetap memperhatikan standar Keselamatan Ketenagalistrikan (K2).  

Kegiatan tersebut dihadiri oleh La Bisimi, M.Pd (pimpinan Pondok Pesantren Al Munawarah) yang sangat mengapresiasi kegiatan Tim PKM Green Society Partnership karena warga pesantren akhirnya dapat memiliki sistem pengolahan air terintegrasi PLTS yang menghasilkan air yang bersih dan memenuhi standar kesehatan.

Baca:   Berkat KKN di Desa Tanjung Tiram, Warga Bisa Nikmati Air Bersih yang Layak

Sebelum adanya program tersebut, warga pesantren haruslah mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air dengan kualitas yang sama.

Peserta pelatihan yang sebagian besar adalah santri/santriwati, juga sangat antusias mengikuti pelatihan serta evaluasi berupa tanya jawab langsung yang dibawakan oleh Tim PKM Green Society Partnership.  

Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Tim PKM Green Society Partnership membagikan hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Kegiatan pelatihan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara serta foto bersama.

Laporan: Shen Keanu

  • Bagikan