Viral, Korban Dikeroyok Sambil Direkam, Terduga Pelaku Ternyata

  • Bagikan
Dua orang terduga pelaku pengeroyokan ditangkap polisi. (Foto: Dok Polresta Kendari)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tim Buruh Sergap (Buser 77) Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara menangkap dua orang terduga pelaku penganiyaan terhadap seorang wanita usai viral di media sosial pada Senin, 27 Juni 2022.

N (16) dan AL (16) penghuni salah satu kamar kos di Kelurahan Rahandauna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari menganiaya EP (19) pada Senin (28/6) sekitar pukul 23.30 Wita. Insiden ini juga terekam kamera hingga membuat viral di media sosial.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, hubungan korban dengan terduga pelaku ternyata masih rekan.

“Setelah mengidentifikasi salah satu orang dalam video tersebut, kami mencari dan menemukan di salah satu kos dan langsung menangkap,” terangnya, Selasa (28 Juni 2022).

Hasil interogasi polisi diketahui, pemicu pengeroyokan tersebut lantaran korban memiliki utang kepada N namun belum membayarnya hingga membuat N marah. Akibatnya pengeroyokanpun terjadi dengan dibantu AL. Aksi ini berlangsung di salah satu kamar kos rekan terduga pelaku.

Akibat tindakannya itu, N dan AL kini berstatus tersangka dan kasusnya diproses pihak kepolisian. Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, diduga keduanya melakukan pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun enam bulan.

Sementara korban mengalami beberapa luka lebam di bagian tubuhnya.

Baca:   Teka Teki Aktor Video Mesum di Kendari, SMK Kesehatan Mandonga Klaim Bukan Siswinya

Dalam video pengeroyokan nampak beberapa orang perempuanterlihat kamera di dalam sebuah ruangan tertutup. Sedangkan satu orang tidak terlihat bertindak sebagai perekam video.

Jelas terlihat seorang perempuan dipukuli di sejumlah bagian tubuhnya, seperti kepala dan badan oleh dua orang perempuan. Pemukulan tidak hanya menggunakan tangan, melainkan juga kaki pelaku.

Korban nampak tidak melawan dan hanya menangis terseduh-seduh. Sesekali rambutnya dijambak sambil terus dipukuli. Tindakan itu dilakukan dua orang perempuan. Satu orang perempuan sempat terlihat kamera melerai perkelahian tetapi tidak berlangsung lama. (C)

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan