HUT Baubau ke-19 Tanpa Pesta Euforia

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Pemerintah Kota Baubau mengisi HUT ke-479 dan HUT sebagai daerah otonom ke-19 dengan upacara bendera di Lapangan Kantor Wali Kota, Sabtu (17/10/2020). Upacara dengan menggunakan pakaian khas adat Buton itu berlangsung khidmat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Pantauan Sultrakini.com, upacara HUT Baubau dihadiri jajaran Pemkot Baubau serta stakeholders. Peserta upacara juga menggunakan masker dan beberapa di antaranya mengatur jarak fisik. Tidak ada semarak euforia dalam memperingati HUT Baubau tersebut.

Sejumlah pejabat Pemkot Baubau nampak menggunakan pakaian adat khas Buton.

Dalam upacara juga sempat dibacakan sejarah singkat Kota Baubau dari zaman Kesultanan Buton sampai Baubau menjadi daerah otonom pada Juni 2001.

Wali Kota Baubau, AS Tamrin, dalam kesempatannya turut memaparkan sejumlah penghargaan. Misalnya, Anugerah Kebudayaan ketika Hari Pers Nasional pada 8 Februari 2020 dan Pemkot Baubau kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian pada laporan keuangan 2019. WTP kelima ini diterima berturut-turut mulai 2015.

yamaha

“Ini penghargaan khusus karena sudah lima kali berturut-turut mendapatkan penghargaan (WTP). Kita harus mengucapkan syukur atas penghargaan yang diberikan oleh instansi berwenang dan kompeten. Itu adalah berkat kinerja kita bersama, bukan seorang wali kota saja,” ucap AS Tamrin.

Wali Kota Baubau juga tidak lupa mengimbau masyarakat untuk tetep mengikuti protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menggunakan masker, dan mengatur jarak fisik.

Pelaksanaan upacara HUT Baubau tidak berlangsung meriah dikarenakan Baubau menjadi salah satu wilayah dengan sebaran kasus Covid-19.

Data gugus tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara hingga 16 Oktober 2020 pukul 17.00 Wita, Kota Baubau menempati urutan kedua sebaran Covid-19 tertinggi di Sultra. Wilayah ini masuk dalam zona orange.

Baubau tercatat memiliki jumlah konfirmasi positif 499 orang, 24 orang di antaranya masih diisolasi; kasus suspek diisolasi 85 orang; kasus kontak erat 73 orang, dan nol kasus probable. (B)

Laporan: Fauqi Nur Ilmih
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.