Kronologis Meninggalnya Bupati Koltim, Persis 3 Pekan Menjabat

SULTRAKINI.COM: Bupati Kolaka Timur, Samsul Bahri Majid, tutup usia 53 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe, Jumat (19 Maret 2021) pukul 19.40 Wita. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah sore hari pingsan di lapangan sepak bola Raterate, Koltim.

Ceritanya, pukul 16.10 Wita Bupati Samsul, mengikuti pertandingan persahabatan antara Gerindra FC dan Pemda Kolaka Timur.

Ia bertindak sebagai Kapten Kesebelasan Pemda Koltim sedangkan  Kesebelasan Gerindra FC dikapteni Andi Adi Askar.

Pukul 16.55 Wita dilakukan istirahat setengah pertandingan. Saat itu Bupati Samsul langsung ke luar lapangan dan meminta air mineral kepada ajudan Briptu Wildan. Selang 2 menit usai menghabiskan minumannya, tiba-tiba ia terjatuh dan langsung dilakukan pertolongan pertama oleh masyarakat. Ia ditolong di mobil ambulance yang telah siaga di pinggir lapangan sepak bola.

Pukul 17.00 Wita Bupati Kolaka Timur langsung di bawah menuju Puskesmas Tirawuta dan langsung ditangani oleh dr. Novi untuk pertolongan pertama dengan memberikan bantuan pompa jantung dan oksigen.

Pukul 17.10 Wita karena tidak ada perkembangan maka dirujuk menuju RS Konawe dengan di antar oleh mobil ambulance Kecamatan Tirawuta dan didampingi dr. Novi selaku dokter jaga puskesmas Tirawuta.

Sayangnya nyawa Bupati Samsul tidak bisa diselamatkan.

Samsul diduga mengalami kelelahan dalam tugas daerah selama seminggu berturut-turut dalam kegiatan musrembang kecamatan.

Pagi harinya, Bupati Kolaka Timur melaksanakan Musrenbang Kecamatan Loea, disambung menghadiri acara Temu Kader Gerindra Kolaka Timur.

Samsul Bahri dilantik menjadi Bupati Kolaka Timur pada Jumat (26 Februari 2021). Meninggal pada Jumat (19 Maret 2021), atau persis hanya tiga pekan menjabat sebagai bupati Kolaka Timur Periode 2021-2026.

Bupati Samsul Bahri Majid dan Wakil Bupati Andi Merya Nur adalah pemenang Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Dua hari sebelum pelantikannya sebagai Bupati, Samsul menerima wawancara khusus SultraKini.com dan Lulopedia.TV di kediamannya di Raterate.

Saat itu ia mengatakan bahwa kemenangan Pilkada 2020 merupakan milik bersama semua masyarakat Koltim tanpa terkecuali. Hasil perjuangan di pilkada kemarin bagian dari kehendak Tuhan.

Ia mengatakan, dirinya bersama Tony Herbiansyah, bupati sebelumnya sesungguhnya, sama-sama berjuang untuk Koltim yang lebih baik. Hanya saja kesempatan melanjutkan pembangunan daerah diamanahkan pada dirinya bersama Andi Merya Nur yang tidak lain petahana wakil bupati.

“Memang saya dan Pak Tony sama-sama berjuang, tapi Allah menghendaki SBM (Samsul Bahri Majid-Andi Merya Nur) untuk menjadi bupati dan wakil. Olehnya itu mari kita bergandengan tangan menatap dan membangun Kolaka Timur ke arah yang lebih baik lagi lima tahun ke depan. Pembangunan di Koltim ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu dua orang saja, harus betul-betul satu niat, satu misi, bahkan satu program,” katanya kepada SultraKini.com, Rabu (24/2/2021).

Laporan: Shen Keanu

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.