Festival Pesona Budaya Tua Buton

Sekot Baubau Imbau Warga Teliti Kemasan Barang yang Dibeli Jelang Idul Fitri

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Masyarakat Kota Baubau diimbau untuk meneliti setiap barang yang akan dibeli di pasar maupun minimarket menjelang Idul Fitri1440 H. Utamanya menyangkut masa pakai (kadaluwarsa) dan keutuhan kemasan.

Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar, mengatakan hal itu pada jumpa pers yang dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau Radjlun dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau, Idrus Taufik Saidi, di Baubau, Sabtu (1 Juni 2019).

Roni mengatakan pihak pemkot bersama instansi terkait giat memantau barang-barang di pasaran, baik sebelum Ramadan mau pun menjelang Idul Fitri. Namun kewaspadaan masyarakat tetap dibutuhkan.

“Kemasan sangat penting diperhatikan sebelum dibeli untuk memastikan isi kemasan apakah masih bagus atau tidak, jadi misalnya membeli susu kaleng kalau sudah peot atau lecet ganti dengan kemasan yang masih bagus,” jelas Roni.

Catatan SultraKini.com, beberapa dampak makanan yang sudah kadaluarsa bagi kesehatan tubuh diantaranya adalah terjadinya keracunan, sakit, perut, diare, sembelit, bahaya bagi perkembangan janin, serta rentan melukai lambung anak.

Menurut Roni, pemerintah telah semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perhatian yang diberikan dari segi ekonomi hingga transportasi telah diupayakan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kenyamanan masyarakat.

Bentuk nyata perhatian pemerintah itu antara lain menyediakan pasar murah selama 10 hari selama Ramadan.

Melalui program kerja pemerintahan tersebut, dipastikan pula kestabilan ekonomi daerah sehingga inflasi tetap stabil. “Informasi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau, hingga April 2019 inflasi berada di 0,28%, masih sangat terkendali sampai Idul Fitri,” jelas Roni.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau, Radjlun menjelaskan stok bahan pangan di Kota Baubau hingga menjelang Idul Fitri dipastikan tetap stabil. Meski pun harga bawang putih sempat naik, namun per 1 Juni 2019 harga bawang putih mulai turun.

“Per 1 Juni harga bawang putih mulai turun menjadi Rp 60 ribu per kilogram dari harga semula antara Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram,” jelas Radjlun.

Dia berharap harga barang lain pun ikut stabil pada masa-masa mendatang.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: M Djufri Rachim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.