Seluruh ASN Pemkot Menjalani Tes Swab Antigen, 6 Terdeteksi Positif

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) mengadakan pemeriksaan massal Swab Antigen terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah kota memasuki hari ke-2.

Kali ini giliran ASN Lingkup Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) se-Kota Kendari mendapat jadwal untuk melakukan uji Swab Antigen sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19, Selasa (6/10/2020).

Diketahui dari 219 orang ASN yang berasal dari beberapa Puskesmas (PKM) seperti, PKM Puuwatu, PKM Mekar, PKM Benu-benua, PKM Mata, PKM Wua-wua, dan PKM Nambo ini terkonfirmasi 6 orang dideteksi Positif hasil pemeriksaan Swab Antigen. Selanjutnya yang terkonfirmasi positif tersebut akan melanjutkan uji Swab PCR untuk mengetahui hasil lebih lanjut apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum P, M.Kes mengatakan, sesuai rencana jadwal ASN yang menjalani Swab Antigen sebanyak 250 ASN perhari, dan Swab Antigen ini mencakup seluruh ASN, dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebanyak 6.106 ASN bakal mengikuti Swab Antigen.

“ASN merupakan populasi yang cukup besar yang terkonfirmasi positif presentasenya itu 24,89 persen, nah kalau kita menggunakan swab PCR membutuhkan jangka waktu yang panjang dan kayaknya juga diluar kendali kita untuk mendapatkan hasil dengan segera,” kata Rahminingrum saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (6/10/2020).

yamaha

Tambahnya, karena untuk penggunaan PCR sendiri di kota Kendari masih mengirim hasilnya ke Makassar, dan metode pemeriksaan yang lebih cepat yaitu Swab Antigen maka diambil metode tersebut yang akurasinya masih bisa di pertanggung jawabkan, dimana selama ini pernah digunakan rumah sakit.

“Dari sisi kecepatan mendapatkan hasil karena Swab ini cuma membutuhkan 30 menit hasil dari pemeriksaan dapat diketahui,” urainya.

Rahminingrum berharap, Swab Antigen yang dilakukan kepada ASN merupakan langkah untuk mengantisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

“Ini salah satu upaya memutus mata rantai penularan, jika diketahui di ASN siapa yang positif agar melakukan tindakan isolasi mandiri, supaya tidak menginfeksi teman temannya, namun jika terscrening dengan baik maka potensi menulari yang lain jauh lebih kecil,” terangnya. (B)

Laporan: Riswan
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.