Sultan Buton Mendapat Penghargaan Gelar Pahlawan Nasional

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bau-Bau mengusulkan Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) sebagai pahlawan nasional akhirnya disetujui presiden Joko Widodo.

Penganugerahan gelar pahlawan almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 120/TK/Tahun 2019 yang ditandatangani Presiden pada tanggal 7 November 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Upacara penganugerahan gelar pahlawan itu diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Selain Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi yang merupakan Sultan Buton ke – XX (Tahun 1750-1752) dan Sultan Buton ke – XXIII (1760), pemberian plakat penghargaan ini juga diberikan kepada almarhumah Ruhana Kuddus yang merupakan tokoh wartawan dan pendiri Sekolah Kerajinan Amai Setia di Kota Gadang dari Provinsi Sumatera Barat, almarhum Prof. Dr. M. Sardjito, M.D., M.P.H yang merupakan tokoh dokter dan eks Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dari Provinsi DI Yogyakarta, serta para tokoh anggota BPUPKI / PPKI, yaitu almarhum Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir dari Provinsi DI Yogyakarta; Almarhum Dr.(H.C.) A.A. Maramis dari Provinsi Sulawesi Utara dan Almarhum K.H. Masjkur dari Provinsi Jawa Timur.

Presiden Joko Widodo memberikan gelar kepahlawanan kepada tokoh yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Gubernur Sultra, Ali Mazi sebagai ahli waris almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi bersama Walikota Baubau, A.S. Tamrin, secara hormat diundang untuk menerima plakat penghargaan tersebut di Istana Negara, Jakarta.

Ali Mazi merasa bahagia dan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin beserta Menteri Sosial, Juliari Batubara, atas pemberian penghargaan tersebut.

Gubernur juga berterima kasih kepada masyarakat Sultra dan semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah sejarah Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau yang lebih dikenal dengan nama Oputa Yi Koo (Sultan yang bersinggasana di hutan).

“Alhamdulilah ini adalah buat kita semua masyarakat Sultra, bahwa ada pahlawan nasional asal Sultra,” ungkap Alimazi Gubernur Sultra di depan para awak media usai menerima plakat penghargaan, Jumat (8/11/2019).

Diketahui, tokoh asal Sultra yang menerima tokoh nasional sebelum Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, gelar pahlawan nasional juga diberikan kepada Komjen (Purn) Dr. H. Muhammad Jasin, lahir di Baubau, 9 Juni 1920 – meninggal di Jakarta, 3 Mei 2012 pada umur 91 tahun. Sosok kelahiran Sulawesi atas pengabdian kepada Kepolisian RI yang mendirikan Korps Brimob pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur sehingga dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional, pada tahun 2015 oleh Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

 

Laporan: La Niati

Editor: Hasrul Tamrin

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.