Cegah DBD, Mahasiswa Prodi Profesi Apoteker UHO Sosialisasikan PHBS di SMPN 56 Konsel

  • Bagikan
Mahasiswa Prodi Apoteker saat Sosialisasikan PHBS dan Pencegahan DBD di SMPN 56 Konsel (Foto: Ist) 
Mahasiswa Prodi Apoteker saat Sosialisasikan PHBS dan Pencegahan DBD di SMPN 56 Konsel (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 604 kasus DBD dan khusus di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tercatat 37 kasus.

Kasus DBP di daerah Konsel dinyatakan sebagai urutan kelima terbanyak sedangkan urutan pertama yaitu Kota Kendari 185 kasus, di susul Kabupaten Kolaka 116, dan Baubau 98 serta Kolaka Utara (Kolut) 43 orang.

Melihat masih tingginya angka kasus DBD di daerah tersebut mendorong semangat para mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (PSPPA UHO) angkatan ke-VI melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama sebulan sejak 1 November sampai 30 November 2021 diawali pembentukan tim dari PSPPA UHO angkatan ke-VI bekerjasama dengan guru dan staf SMP Negeri 56 Konawe Selatan, Desa Tambosupa, Kecamatan Moramo.

Sosialisasi dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menjadi tema utama kegiatan sosialisasi para mahasiswa PSPPA UHO di SMP Negeri 56 Konsel, Kamis (25 Desember 2021) lalu.

Firdarini selaku pemateri pada kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan fokus utama sosialisasi yakni untuk memberi pemahaman dan pengetahuan remaja mulai dari Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama khususnya yang berada di wilayah pesisir mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta bagaimana cara mencegah dan penanganan penyakit DBD. 

Baca:   Novar, Pemuda Kendari Diutus Hadiri Pertemuan Internasional di Turki

“Khusus daerah Konsel ini masih tinggi kasus DBD dan saat ini mulai memasuki musim hujan untuk itu diperlukan upaya-upaya untuk mencegah penyakit DBD dengan menerapkan PHBS baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ujar Firdarini, Sabtu (15 Januari 2022).

Menurut Mahasiswi Apoteker ini, usia sekolah merupakan waktu anak mulai membentuk kebiasaan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sehingga perilaku hidup bersih ini sudah biasa dilakukan sejak kecil.

“Adanya perilaku bersih maka anak-anak tidak akan mudah terserang penyakit termasuk penyakit DBD sehingga dapat menurunkan angka terjadinya DBD pada anak,” terang Firdarini.

Adapun pencegahan DBD yang di sosialisasikan yaitu cegah demam berdarah dengan 3M Plus, memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas, menutup tempat penampungan air, menguras dan menyikat serta plus mencegah gigitan dan perkembagan nyamuk.

Sedangkan PHBS di sekolah mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, mengosumsi makanan sehat, rajin olahraga dan istirahat yang cukup, jaga jarak dan menggunakan masker.

Pelaksanaan sosialisasi ini diikuti sekitar 50 orang siswa-siswi SMP Negeri 56 Konsel yang sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan.

Mahasiswa PSPPA UHO Angkatan ke-VI, berharap terlaksananya kegiatan tersebut dapat menambah pemahaman dan pengetahuan Siswa-Siswi tentang perlunya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  khususnya dilingkungan sekolah dan juga bisa diterapkan di masyarakat.

Baca:   Bendera Merah Putih Diarak Pemuda Kelilingi Benteng Keraton Buton

Untuk diketahui, pengabdian ini di kordinatori oleh dosen PSPPA UHO Astrid Indalifiany, S.Farm., M.Si. Beranggotakan Sabarudin, S.Farm., M.Si., Apt., Halik, S.Pd.I., M.Pd.I., Nurull Hikmah, S.Farm., M.Pharm.Sci., Dr. La Ode Nggawu, S.Pd., M.Si., dan Fifi Nirmala G., S.Si., M. Kes dengan melibatkan lima mahasiswa apoteker yaitu Firdarini, Masdianingsih, Nining Febriani, Paradilla, dan Wahyuni Sawal.

Tim PSPPA UHO juga bertugas menyiapkan persiapan secara administrasi dan teknis pelaksanaan kegiatan mulai dari penentuan lokasi sampai menyiapkan materi sosialisasi yang berkaitan dengan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat khususnya untuk penyakit Demam Berdarah (DBD) pada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama. (B)

(Baca juga: Kasus DBD Kota Kendari Tertinggi di Sultra)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan