HPN 2022: Sembilan Gubernur Komitmen Percepat Rehabilitasi Mangrove

  • Bagikan
Acara HPN di Kota Kendari yang dirangkaiakan dengan penandatanganan komitmen mempercepat rehabilitasi mangrove untuk daerah prioritas, Rabu (9 Februari 2022). (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di pelataran Masjid Al Alam Kendari, ikut ditandai dengan sembilan gubernur menandatangani naskah komitmen mempercepat rehabilitasi mangrove untuk daerah prioritas, Rabu (9 Februari 2022).

Sembilan gubernur itu berasal dari Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

loker wartawan sultrakini

Dikatakan Gubernur Riau, Syamsuar, komitmen tersebut dimaksudkan untuk penyadaran bersama pentingnya hutan Mangrove bagi kesejahteraan masyarakat, utamanya nelayan, serta melindungi pesisir dari dampak abrasi.

Hadirnya Mangrove juga membantu mengurangi emisi karbon yang tentunya dibutuhkan manusia, sehingga masyarakat diajak berpartisipasi melestarikan tanaman tersebut.

“Kami berkomitmen mendukung upaya percepatan rehabilitasi Mangrove,” ujarnyar.

Untuk diketahui, Hutan Mangrove mempunyai peran sangat penting dalam perubahan iklim, antara lain menyimpan 800–1200 ton karbon/hektare (4-5 kali hutan daratan). Hal ini disebabkan 80 persen karbon tersimpan dalam tanah.

Mangrove juga bermanfaat untuk mengurangi 10-31 persen dari emisi tahunan pada sektor kehutanan dan penggunaan lahan di Indonesia. Sebab, kerusakan Hutan Mangrove atau hilangnya vegetasi Mangrove mengakibatkan karbon dalam tanah terekspose ke udara dan menghasilkan emisi tinggi.

Hutan Mangrove ternyata juga sumber Plasma Nutfah, sumber genetik, habitat alami bagi berbagai jenis biota, tempat berlindung, bersarang, dan berkembang biak burung, ikan, udang, kepiting dan satwa lainnya.

Baca:   Presiden Jokowi Batal Hadiri Langsung HPN di Kendari

Sementara manfaat fisik Mangrove, berupa menjaga garis pantai tetap stabil, melindungi pantai dari abrasi, menahan angin kencang dan gelombang air laut, serta menahan proses penimbunan lumpur. Untuk manfaat ekonominya, meliputi penghasil ikan, udang, kepiting, jasa lingkungan (wisata), bahan obat dan pangan. (C)

Laporan: Al Iksan
Editor: Sarini Ido

loker marketing sultrakini
  • Bagikan