Permintaan Daging Sapi Turun Imbas Pandemi dan PPKM, RPH Kendari: Sampai 50 Persen

  • Bagikan
Stok sapi di kandang RPH Kota Kendari. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – UPTD Rumah Potong Hewan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mencatat, jumlah pemotongan sapi turun hingga 50 persen imbas pandemi Covid-19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Kepala UPTD RPH Kota Kendari, Romy Yulianto, menerangkan penurunan pemotongan sapi tercatat hingga 50 persen dengan rata-rata pemotongan di bawah 20 ekor. Sedangkan sebelum pandemi–sapi yang dipotong mencapai 25 ekor dan terus mencapai target 100 persen.

Penurunan jumlah tersebut dinilai karena kurangnya permintaan daging sapi bagi masyarakat, utamanya pelaku usaha rumah makan, warung, dan restoran. Sebab munculnya kebijakan PPKM yang mengharuskan tempat usaha tutup lebih cepat atau pukul 20.00 Wita.

“Kami bisa rata-ratakan di masa pandemi pemotongan hanya 15 sampai 20 ekor. Kalau mau capai target itu harusnya paling rendah 23 ekor sapi yang dipotong perhari. Bahkan kemarin itu hanya tujuh ekor saja,” jelasnya, Rabu (14/7/2021).

Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan misalnya dengan memenuhi permintaan daging ketika banyak permintaan.

Romy menambahkan, meski Idul Adha tidak mempengaruhi permintaan daging sapi. Sebab, masyarakat masih mengandalkan daging kurban. Di satu sisi, tempat pemotongannya ditentukan oleh orang yang berkurban.

Kondisi saat ini sapi siap dipotong dan dijual sekitar 40 ekor di kandang RPH dan dalam kondisi fisik sehat. Persediaannya telah dilakukan dua minggu sebelum perayaan Idul Adha.

Baca:   Enam Petinju Andalan Pertina Sultra Bertarung di PRA-PON Maluku Utara

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Stok sapi tersebut disediakan oleh pemotong sapi. Di kandang di bagian pemotong itu dipersiapkan, siapa tahu ada pembeli yang mau lihat-lihat langsung di kandang tawar-menawar sama pemotong,” terangnya.

Untuk memastikan kesehatan sapi, pihak RPH Kendari juga berkoordinasi dengan tim kesehatan hewan dan setiap hari dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik sapi. Jika dinyatakan masih layak untuk dipotong, siap akan dipotong, selanjutnya pada saat subuh hari ada pemeriksaan lagi, setelah memotong akan diperiksa kesehatan organ dalamnya.

“Insya Allah dipastikan sehat semua sapi di kandang,” terangnya.

Stok sapi di kandang RPH berasal dari Kota Kendari dengan kontribusi lima persen, Kabupaten Konawe Selatan 60 persen, selebihnya dari Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, dan Kabupaten Muna.

“Karena di Konsel (Konawe Selatan) mereka menyiapkan bibit budidaya dan masih banyak masyarakatnya suka memelihara sapi, ini mungkin lahannya juga masih luas,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, khususnya di ruangan pemotongan nampak tidak ada aktivitas pemotongan hewan, namun di kandang RPH terdapat puluhan sapi siap dijual. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan