Bahaya Terbang dari Bandara Haluoleo?

  • Bagikan
Bandara Haluoleo. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: Rekor Zero Accident yang dipegang Bandara Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kini dipertaruhkan. Keselamatan penerbangan saat ini sangat berisiko akibat tidak adanya tenaga ahli bersertifikat aviasi yang dimiliki Perumda PD Utama Sultra. Lembaga ini bertanggung jawab atas operasional Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Keberadaan Perumda di area Bandara Haluoleo merupakan hasil kerja sama operasional (KSO) bersama pihak Pertamina sejak masa pemerintahan Gubernur Nur Alam.

Secara teknis, DPPU bekerja menjamin kualitas bahan bakar pesawat (Avtur) yang akan digunakan semua pesawat yang terbang dari Bandara Haluoleo. Terhitung sejak 22 Maret 2022, Staf Ahli bersertifikat aviasi yang di DPPU Bandara Haluoleo sudah dinonaktifkan oleh pihak Perumda.

Direktur Teknik PD Utama Sultra, Fahrul yang dihubungi berkelit penyediaan tenaga ahli tersebut adalah tanggung jawab Pertamina.

“Terkait itu sudah ada Pertamina yang bertanggung jawab operasoional DPPU, kalau Perumda hanya penyedia,” jawabnya dalam pesan tertulis kepada SultraKini.com, Kamis (31 Maret 2022).

Bandara Haluoleo. (Foto: Ist)

Informasi lain dihimpun SultraKini, saat ini DPPU Bandara Haluoleo juga memerlukan perawatan teknis seperti kabel-kabel bawah tanah dan fasilitas anti petir yang sudah tidak layak.

Pentingnya posisi DPPU semakin dibutuhkan mengingat Bandara Haluoleo dalam waktu dekat akan dijadikan salah satu bandara embarkasi haji yang melayani jamaah haji yang berasal dari Indonesia Timur. DPPU juga menyiapkan rencana untuk penambahan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 500 KL (Kilo Liter) sebanyak 2 unit untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar pesawat angkutan haji. Saat ini, DPPU hanya memiliki 5 unit tangka berkapasitas 50 KL.

Baca:   Selundupkan Sabu 1,130 Kg, Pemuda Asal Kendari Diringkus BNN

Saat ini di Indonesia tercatat, hanya Bandara Haluoleo yang memiliki KSO DPPU. Fakta ini merupakan keuntungan bagi Pemda Sultra karena memberikan pemasukan PAD. Data SultraKini menyebutkan, DPPU menerima kompensasi sebesar 240 rupiah untuk setiap liter bahan bakar pesawat yang diisi di Bandara Haluoleo.

Penulis: AS Amir

  • Bagikan