Di Mana Ekspor Terbesar Sultra 2021?

  • Bagikan
Grafik nilai dan volume ekspor Sultra pada 2021.

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara pada Desember 2021 naik 310,36 persen dibanding November 2021, yaitu dari US$135,27 juta menjadi US$555,10 juta. Sedangkan volume ekspor tercatat turun 11,05 persen menjadi 299,88 ribu ton.

Berdasakan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung.

Nilai ekspor langsung Sultra pada Desember 2021 mengalami peningkatan 320,45 persen dibanding November 2021, yaitu US$123,53 juta menjadi US$519,38 juta. Sedangknan volumenya naik 1,00 persen dari 289,13 ribu ton pada November 2021 menjadi 292,02 ribu ton pada Desember 2021.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan secara kumulatif total nilai ekspor Sultra Januari-Desember 2021 sebesar US$4.224,04 juta atau naik 133,24 persen dibanding periode yang sama pada 2020.

Sementara volume ekspor kumulatif Januari-Desember 2021 mengalami kenaikkan 104,89 persen dibanding Januari-Desember 2020, yaitu 1.625,51 ribu ton menjadi 2.508,95 ribu ton.

“Ekspor sepanjag 2021 tiap bulannya selalu lebih tinggi dibanding dua tahun terakhir, kecuali bulan November. Selama satu tahun puncak tertinggi nilai ekspor adalah Oktober dan terendah November,” kata Agnes, Rabu (2 Februari 2022).

Ekspor Sultra pada Desember 2021 didominasi oleh komoditas besi dan baja dengan nilai US$548,58 juta; komoditas ikan dan udang US$4,12 juta; serta komoditas biji-bijian berminyak di urutan ketiga dengan nilai US$1,5 juta.

Baca:   Ekspor Sultra Turun Lagi

Secara kumulatif pada Januari-Desember 2021, negara tujuan ekspor utama Sultra, yaitu Tiongkok, India, Amerika Serikat, Korea Selata,n dan Belanda masing-masing senilai US$3.961,09 juta, US$210,91 juta, US$20,87 juta, US$11,19 juta, dan US$10,03 juta. Peranan kelima negara ini mencapai 99,76 persen dari total ekspor pada periode Januari-Desember 2021.

“Naiknya ekspor Sultra pada Desember 2021 dibanding November 2021 terutama
diikuti oleh naiknya ekspor ke negara tujuan utama, yaitu Korea Selatan yang naik senilai US$1,11 juta (2.965.750,61 persen), diikuti Amerika Serikat senilai US$3,27 juta (1.139,76 persen), dan Tiongkok senilai US$399,83 juta (323,67 persen),” jelas Agnes.

Meskipun demikian, tercatat pada periode Januari–Desember 2021, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar dengan nilai US$3.961,09 juta (93,78 persen), diikuti India US$210,91 juta (4,99 persen), dan Amerika Serikat US$20,87 juta (0,49persen). Komoditas utama diekspor ke Tiongkok pada periode tersebut adalah besi/baja.

Total ekspor Sultra pada Desember 2021 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$553,31 juta (99,68 persen) dan sisanya sektor pertambangan dan lainnya, serta pertanian masing-masing sebesar US$1,50 juta (0,27 persen) dan US$0,28 juta (0,05 persen).

Menurut kontribusinya terhadap ekspor pada Januari-Desember 2021, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,84 persen, sedangkan sisanya sebesar 0,13 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian dan 0,04 persen adalah konstribusi dari sektor pertambangan dan lainnya. (B)

Baca:   Covid-19 Renggut Daya Beli Emas di Kota Kendari

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan