Ekspor Sultra Turun 41,95 Persen

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti. (Foto: potongan video rilis BPS Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Berbeda dengan impor, nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara pada Desember 2020 mengalami penurunan 41,95 persen dibandingkan November 2020, yaitu dari US$409,97 juta menjadi US$237,99 juta, sedangkan volume ekspor turun 36,52 persen dibanding November 2020 atau dari 230,57 ribu ton menjadi 146,36 ribu ton.

Ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Jika dicermati perkembangannya, nilai ekspor langsung di Sultra pada Desember 2020 mengalami kenaikkan 48,23 persen dibanding November 2020, yaitu dari US$395,91 juta menjadi US$204,98 juta. Sementara volumenya turun 40,11 persen atau dari 225,69 ribu ton pada November 2020 menjadi 135,16 ribu ton pada Desember 2020.

“Secara kumulatif ekspor Sultra Januari-Desember 2020 tercatat US$2.397,51 juta atau naik 28,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Sebaliknya, volume ekspor kumulatif Januari-Desember 2020 mengalami penurunan 90,02 persen dibanding Januari-Desember 2019, yaitu dari 16.294,41 ribu ton menjadi 1.625,51 ribu ton,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Sulltra, Agnes Widiastuti, Senin (1/2/2021).

Ekspor Sultra pada Desember 2020 didominasi oleh komoditas besi dan baja dengan nilai US$232,15 juta; disusul komoditas ikan dan udang US$3,44 juta; dan komoditas buah-buahan diurutan dengan nilai US$1,61 juta.

Baca:   Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Sultra Meningkat

“Penurunan terbesar ekspor Sultra Desember 2020 dibanding November 2020 terjadi pada kelompok komoditi besi dan baja senilai US$174,18 juta (42,87 persen),” ucapnya.

Secara kumulatif Januari-Desember 2020, negara tujuan ekspor utama Sultra adalah Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang dengan masing-masing nilai US$205,29 juta, US$26,53 juta, US$1,04 juta, US$2,09 juta, dan US$0,18 juta. Peranan negara-negara tersebut mencapai 99,48 persen dari total ekspor Sultra pada periode Januari-Desember 2020.

“Turunnya ekspor Sultra pada Desember 2020 dibanding November 2020 juga dipengaruhi oleh turunnya ekspor ke negara tujuan utama, yaitu Tiongkok, turun senilai US$190,99 juta (turun 48,20 persen),” terang Agnes.

Menurut sektor ekonomi, ekspor Sultra pada Desember 2020 didominasi oleh sektor industeri pengolahan senilai US$235,58 juta (98,99 persen), sisanya sektor pertanian US$2,41 juta (1,01 persen).

Dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-Desember 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,43 persen, ekspor produk pertanian 0,39 persen dan sisanya 0,18 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertambangan. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan