Ikut Pelatihan Jurnalistik, Mahasiswa UMB Antusias Bertanya

  • Bagikan
M Djufri Rahim saat menjawab pertanyaan sejumlah penanya di Pelatihan Jurnalis di Aula Gedung Korea UMB,(31/5/2018). (Foto: Zarmin/SULTRAKINI.COM)
M Djufri Rahim saat menjawab pertanyaan sejumlah penanya di Pelatihan Jurnalis di Aula Gedung Korea UMB,(31/5/2018). (Foto: Zarmin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Ratusan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Buton mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula Korea UMB, Kamis, (31/5). Pelatihan yang bertema ‘Jurnalistik di Era Digital’ tersebut, sejumlah mahasiswa antusias dan aktif untuk bertanya. Terpantau dua sesi yang diberikan oleh moderator untuk sejumlah penanya, tidak cukup terakomodir semua dan harus dilanjutkan usai istirahat pada, 13.00 Wita.

Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra, Ridwan, menanyakan bisa membedakan informasi benar dan informasi bohong alias hoax. “Bagaimanakah agar bisa membedakan, mana berita benar dan mana berita hoax dan seperti apa cirinya,” tanyanya.

Sementara peserta lainnya, Natsia juga ikut menanyakan bagaimana menjadi jurnalis yang baik. “Nama saya, Natsia mahasiswa semester IV dan saya ingin bertanya, bagaimanakah menjadi jurnalis yang baik,” tanya Natsia diakhir sesi kedua.

Menjawab sejumlah pertanyaan tersebut, Pemateri dan juga pendiri Sultrakini.comM. Djufri Rachim, menjelaskan pada prinsipnya seorang jurnalis memiliki kewajiban dan hak dalam hal mendapatkan informasi untuk disebarluaskan sebagai kepentingan umum. Hanya saja, lanjutnya, yang tidak diperbolehkan yakni menulis privasi seseorang dan mengenai suku ras dan agama atau yang biasa dikenal Sara.

Disamping itu, kata dia, seyogianya seorang wartawan haruslah rajin membaca agar bagus menulis dan memiliki banyak informasi sebagai panduan, selanjutnya jangan menyalahi kode etik jurnalis yang ada.

“Jangan Menyalahi kode etik jurnalis dan harus banyak membaca,” jelasnya.

Baca:   Generasi Y Harus Produktif Memanfaatkan Internet

Peserta pelatihan, Indah mengaku senang dengan pelatihan yang diadakan kampusnya tersebut, sebab, selain bisa mengetahui hak-hak apa saja sebagai seorang jurnalis ia juga mengetahui agar menjadi seorang jurnalis yang baik dan benar,”

“Senang, karena dapat ilmu baru mengenai jurnalis disamping itu, kita bisa tahu hak-hak apa saja yang dimiliki jurnalis serta bagaimana menjadi jurnalis yang baik,” pungkas wanita semester II yang memiliki cita-cita Jurnalis itu.

Diketahui, pada sesi terakhir sekira pukul 14.50 Wita sejumlah mahasiswa tersebut dilatih menuliskan berita.

Laporan : Zarmin
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan