KPUD Konut Hapus 55 Nama, 31 Pemilih Ganda

  • Bagikan
Komisioner KPUD Konut Divisi Program, Data dan SDM, Yusdiana. (Foto: Arifin Lapotende/SULTRAKINI.COM).
Komisioner KPUD Konut Divisi Program, Data dan SDM, Yusdiana. (Foto: Arifin Lapotende/SULTRAKINI.COM).

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Konawe Utara (Konut) menghapus 55 pemilih dari 42,026 daftar pemilih tetap (DPT). Daftar pemilih yang dihapus mayoritas adalah pemilih ganda.

Komisioner KPUD Konut Divisi Program, Data dan SDM, Yusdiana, menyebutkan ke-55 pemilih yang dihapus terdiri dari 31 pemilih ganda dan 24 sisanya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih.

“Yang TMS ini antara lain pemilih yang sudah meninggal dunia, pindah domisili dan masih dibawah umur, tapi sudah didaftar. ” urainya saat ditemui di Kantor KPUD Konut, Selasa (18/9/2018).

Dia menjelaskan, temuan 55 pemilih berdasarkan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) ini menyusul adanya rekomendasi dari Bawaslu dan Parpol terkait adanya pemilih ganda. Rekomendasi ini menyebabkan KPU RI menunda penetapan DPT.

Terkait pemilih ganda, Yusdiana mengungkap, jumlah terbesar disumbang oleh wilayah di ibukota kabupaten. Yakni Kecamatan Asera dan Andowia. Hal ini dinilai wajar mengingat wilayah ini merupakan pusat pemerintahan dengan tingkat migrasi penduduk tinggi.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Wajar karena banyak orang yang keluar masuk. Misalnya pegawai negeri yang pindah tugas dan golongan masyarakat lain yang datang maupun berpindah ke daerah lain tapi masih terdaftar di daerah asalnya,” jelasnya.

Baca:   KPUD Butur Rekrut Anggota PKK Pertengahan Januari 2020, Perhatikan Batas Usianya

Sementara, dari 13 kecamatan yang tersebar di Konut, hanya Kecamatan Landawe yang data pemilihnya tidak mengalami pengurangan.

Sebelumnya, KPUD Konut telah merilis jumlah DPT di Kabupaten Konut sebanyak 42.026 pada 21 agustus 2018. Setelah dikurangi, jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) menjadi 41.971.

“Ini masih ada kemungkinan bertambah karena sekarang ini lagi berjalan verifikasi untuk DPTHP jilid 2,” ungkap Komisioner wanita yang akrab disapa Diana itu.

Laporan: Arifin Lapotende
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan