Sebanyak 26 Ribu Vial Vaksin Siap Disalurkan untuk Anak SD di Kota Baubau

  • Bagikan
Rapat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Baubau. (Foto: Dok. Diskominfo Kota Baubau) 
Rapat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Baubau. (Foto: Dok. Diskominfo Kota Baubau) 

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Pemerintah Kota Baubau melalui Satuan Tugas Covid-19 Baubau menyiapkan sebanyak 26 ribu vial vaksin yang diperuntukkan kepada murid SD atau anak usia 6-11 tahun.

Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, mengatakan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun ini ditargetkan kurang lebih 17 ribu anak untuk menerima dosis jenis Sinovac.

“Dalam pelaksanaanya, telah menyiapkan 39 tim vaksinator yang tergabung dari tim medis Pemerintah Kota Baubau dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Baubau, Polres Baubau, dan Personil Kodim 1413/Buton,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada rapat pelaksanaan vaksin usia 6-11 tahun, Jumat (21/1/2022).

Pada pelaksanaan vaksinasi ini kata Monianse, pihak sekolah tidak lagi meminta surat persetujuan dari orang tua siswa maupun perwalian, diharapkan agar orang tua siswa dapat mendampingi secara langsung anaknya saat menerima vaksin.

Dengan demikian orang tua telah menyiapkan kondisi kesehatan anak sejak sehari sebelum vaksinasi. Mulai dari asupan makanan dan memastikan anak cukup istirahat.

“Kia tidak lagi meminta surat izin dari orang tua. Orang tua langsung mendampingi anaknya saat vaksin. Anak-anak itu saya harap diupayakan makan memang dari rumah karena itu bagian dari sosialisasi kita,” kata Monianse.

Wakil Wali Kota Baubau ini juga mengimbau, agar kepala OPD sebagai bagian dari Pemerintah Kota Baubau agar turut terlibat dalam menyukseskan vaksinasi anak. Setiap OPD memiliki tanggungjawab di setiap wilayah-wilayah yang telah ditentukan mulai dari tahap sosialisasi hingga pelaksanaan vaksin.

Baca:   Anggota DPRD Kendari Samsudin Rahim Ingatkan Dinkes dan Petugas Vaksin Perhatikan Syarat Vaksin Anak

“Namun kalau memang ada OPD yang menyiapkan bubur kacang ijo ditempat vaksin saya kira itu bonus, bukan kewajiban,” ucap Monianse.

Kepada para kepala OPD dan para ASN yang mempunyai anak usia 6-11 tahun diharapkan untuk diikutsertakan dalam program vaksinasi karena ikut menyukseskan vaksinasi juga sebagai contoh yang baik bagi masyarakat.

Jikapun misalnya ada hambatan vaksinasi dari keluarga ASN atau warga lain, maka pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada yang bersangkutan.

“Hari ini atau besok Insyah Allah kita sudah dapat data dari sekolah kira-kira siapa yang menjadi kendala itulah yang akan dilakukan upaya persuasif oleh teman-teman kita dari OPD,” pungkasnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan