TKBM Tunas Bangsa Mandiri Tolak Rekomendasi TKBM Lain Masuk ke Bungkutoko, KSOP dan Pelindo Diminta Tegas

  • Bagikan
Buruh TKBM Tunas Bangsa Mandiri menggelar aksi di Pelabuhan Bungkutoko,(Foto: Herdy Suparmanto/Harian Rakyat Sultra)
Buruh TKBM Tunas Bangsa Mandiri menggelar aksi di Pelabuhan Bungkutoko,(Foto: Herdy Suparmanto/Harian Rakyat Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Puluhan buruh yang tergabung di TKBM Tunas Bangsa Mandiri kembali melakukan aksi atas penolakan masuknya TKBM lain bekerja di Pelabuhan Bungkutoko dari Pelindo. KSOP Kendari diminta kejelasan atas keputusan hak kerja tersebut. 

Pasalnya, terdapat dua rekomendasi TKBM yang menjadi pertentangan bagi TKBM Tunas Bangsa Mandiri, yakni dari TKBM Karya Bahari dan juga TKBM Kapal Perahu. Dimana mereka menolak adanya TKBM lain selain mereka.

“Dalam satu pelabuhan hanya boleh ditempati satu TKBM saja, tidak boleh lebih,” ucap Syarifuddin selaku Sekretaris TKBM Tunas Bangsa Mandiri, Jumat (26/2/2021).

Setelah melakukan aksi yang panjang, perwakilan dari pihak KSOP akhirnya dapat menemui para buruh KTBM Tunas Bangsa Mandiri. 

Namun bukannya menemui titik terang, pernyataan yang dikeluarkan perwakilan KSOP Kendari diluar dugaan. Aksi yang awalnya berjalan lancar dan damai sekira pukul 9.30 Wita hampir saja terjadi bentrokan anarkis. Untung saja pihak keamanan langsung bergerak cepat meredam masa aksi buruh.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Kasi Lala) perwakilan dari pihak KSOP yang menerima masa aksi mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai kewenangan dalam mengatur kegiatan Pelabuhan.

“Yang jelasnya begini, kegiatan di pelabuhan dikendalikan oleh Pelindo,” ucapnya.

(Baca juga: Koperasi TKBM: Keputusan KSOP Kendari dan Pemprov Soal Pembagian Kerja Perlu Tinjau Kembali)

Baca:   Geger Orok Bayi Terbungkus Kain Putih, Polsek Abeli Periksa Saksi

Akibatnya para buruh TKMB sontak marah dan menentang pernyataan tersebut. 

Parah buruh mengatakan tidak adanya kejelasan perkataan yang dikeluarkan antara KSOP dan Pelindo membuat mereka bingung. Dimana pihak KSOP melemparkan tanggung jawab ke Pelindo sedangkan Pelindo sebaliknya malah melemparkan ke pihak KSOP.

“Kepala Syahbandar pak penentu pekerjaan disini bukan Pelindo. Percuma ada kepala KSOP kalau tidak bisa mengambil kebijakan, sudah dua kali bapak bicara seperti itu, didalam ruangan bapak bicara seperti itu dan ini kedua kalinya,” tutur Aris, salah satu Demonstran.

Selanjutnya para demonstran meminta kepada perwakilan untuk tidak usah menjelaskan melainkan langsung menyampaikan kepada Kepala KSOP untuk memberi kejelasan.

Tidak sampai disitu, para buruh mengecam jika tuntutan mereka tidak disahuti oleh KSOP, mamat akan terus melakukan aksi besok dan seterusnya sampai dipertemukan oleh Kepala Kantor Sahabandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mempertanggung jawabkan atas hak-hak buruh Pelabuhan Bungkutoko hingga menemui titik terang. (B)

Laporan: Mahatma Adnan Nuari
Editor: Hasrul Tamri
n

  • Bagikan