Universitas Halu Oleo Dapat 1.703 Kuota Penerima KIP Kuliah Tahun 2022

  • Bagikan
Ketua Pengelolah KIP Kuliah, Bidikmisi, dan Afirmasi Dikti UHO, Hamrul Marsula. (Foto: Ist)
Ketua Pengelolah KIP Kuliah, Bidikmisi, dan Afirmasi Dikti UHO, Hamrul Marsula. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Jumlah kuota beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) kuliah seluruh Indonesia baru saja diumumkan oleh Kemendikbudristek beberapa waktu lalu. Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara mendapatkan kuota KIP sebayak 1.703 mahasiswa.

“Tahun ini UHO mendapatkan kuota sebanyak 1.703 mahasiswa,” ujar Hamrul Marsula selaku Ketua Pengelolah KIP Kuliah, Bidikmisi, dan Afirmasi Dikti UHO, Rabu (21 September 2022).

Dia menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kuota KIP Kuliah UHO dari Kemendikbud mengalami penurunan, hingga 100 kuota.

“Tahun lalu kuota KIP Kuliah kita 1.800, tahun ini berkurang 100 lebih,” terangnya.

Dikatakannya, kuota KIP Kuliah tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang baru masuk. Hingga saat ini, berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya sudah pendaftar atau pelamar untuk mendapatkan KIP Kuliah di UHO sudah mencapai 4.000-an lebih.

“Pelamar kita saat ini ada 4.000 ribu lebih mahasiswa,” katanya.

Untuk itu, pihaknya bakal melakukan seleksi secara ketat sesuai syarat dan ketentuan agar bantuan KIP Kuliah tepat sasaran.

Dosen Tetap Prodi Ilmu Pemerintahan UHO itu juga menjelaskan, untuk mekanisme pendaftaran untuk mendapatkan bantuan KIP Kuliah dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Sim KIP Kuliah Kemendikbud. Pendaftaran dapat dilakukan oleh pihak sekolah asal maupun daftar sendiri.

Baca:   Stikes Karya Kesehatan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Konut

“Jadi pendaftaran pada saat dibuka jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), KIP Kuliah juga dibuka,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Dr. La Hamimu, mengungkapkan, kuota KIP Kuliah pada tahun 2022 dari pemerintah pusat tersebut akan dibagi berdasarkan akreditasi program studi (Prodi) mulai dari akreditasi A, B, dan C. Prodi yang mendapatkan kuota terbanyak adalah akreditasi B, terbanyak ke dua akreditasi A, sementara untuk akreditasi C paling sedikit.

“Kuota paling banyak itu akreditasi B yaitu 800 lebih kuota KIP Kuliah, akreditasi A kuotanya 700 lebih, dan paling sedikit itu akreditasi C hanya 74 kuotanya. Jadi kalau yang lulus di Prodi Akreditasi C itu terbatas kuota KIP Kuliah,” tutupnya.

Dilansir dari laman resmi KIP Kulit Kemendikbud, cara daftar KIP Kuliah 2022, yaitu:

1. Akses laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id atau melalui KIP Kuliah mobile apps.
2. Masukkan NIK, NISN, NPSN dan alamat email yang valid dan aktif.
3. Sistem KIP Kuliah selanjutnya akan melakukan validasi NIK, NISN dan NPSN serta kelayakan mendapatkan KIP Kuliah.
4. Jika proses validasi berhasil, Sistem KIP Kuliah selanjutnya akan mengirimkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses ke alamat email yang didaftarkan.
5. Siswa menyelesaikan proses pendaftaran KIP Kuliah dan memilih jalur seleksi yang akan diikuti (SNMPTN/SBMPTN/SMPN/UMPN/Mandiri).

Baca:   Mahasiswa UHO Dipesan Maksimalkan Pemanfaatan Dana Desa

Adapun persyaratan untuk mendaftar program KIP Kuliah Tahun 2022 adalah sebagai berikut:

1. Penerima KIP Kuliah adalah siswa SMA atau sederajat yang lulus atau akan lulus pada tahun berjalan atau telah dinyatakan lulus maksimal 2 tahun sebelumnya, serta memiliki NISN, NPSN dan NIK yang valid;

2. Memiliki potensi akademik baik, namun memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah;

3. Siswa SMA/ SMK/ MA atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan dengan potensi akademik baik dan mempunyai Kartu KIP atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera atau terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos;

4. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, dan diterima di PTN atau PTS pada Prodi dengan Akreditasi A atau B, dan dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan Akreditasi C.

Setelah semua syarat ini dapat terpenuhi, peminat atau siswa maupun mahal bisa langsung melakukan pendaftaran secara daring. (B)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan