Berantas Buta Aksara, Disdik Buton Bentuk Kampung Baca

  • Bagikan
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Nanang Lakaungge saat di sela-sela kegiatan sosialisasi program bajo bersinar di Gedung Wakaka, Pasarwajo, Rabu (12/9/2018) (Foto: La Ode Ali/SULTRAKINI.COM)
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Nanang Lakaungge saat di sela-sela kegiatan sosialisasi program bajo bersinar di Gedung Wakaka, Pasarwajo, Rabu (12/9/2018) (Foto: La Ode Ali/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Untuk menuntaskan buta aksara atau buta huruf pada masyarakat bajo di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat membentuk kampung baca atau desa literasi disejumlah desa seperti Desa Bajo Tolando, Bahari Makmur, dan Bajo Balimu.

“Tujuannya kita untuk menuntaskan buta aksara terhadap saudara-saudara kita di Bajo,” kata Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdik Kabupaten Buton, Nanang Lakaungge, kepada awak media, Rabu (12/9/2018).

Disebutkannya, sesuai data yang diperolehnya, masyarakat buta aksara di kampung atau Desa Bajo di Kabupaten Buton sekira 60 persen. Hal itu juga dikarenakan banyaknya warga bajo yang putus sekolah.

“Ya, ada sekitar 60 persen masyarakat bajo yang buta aksara,” sebutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Nanang, pihaknya membentuk pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) di tingkat kecamatan dan rumah-rumah baca pada masing-masing desa, khususnya kampung bajo sehingga mereka dapat dengan mudah mendapatkan pengetahuan.

“Jadi di kampung bajo itu kita siapkan pojok baca disetiap RT atau dusun untuk memudahkan mereka dapat pengetahuan,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga saat ini tengah melakukan pendataan terhadap anak yang putus sekolah sehingga pada 2019 nanti mereka bisa setara dengan tingkat pendidikan lainnya mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.

Baca:   Tuntaskan Buta Aksara, Disdik Buton Gelar Sosialisasi Desa Bersinar

“Makanya kita harus pastikan dulu mereka ini terdata di dapodik PAUD dinas, sehingga mereka nanti juga bisa mendapatkan bantuan operasional pendidikan atau BOP,” tambahnya.

Dipastikan, jumlah buta aksara yang ada di kampung bajo di Kabupaten Buton, bisa dituntaskan dalam dua tahun. “Kita pastikan dua tahun itu, buta aksara di kampung bajo sudah tuntas semua,” katanya penuh yakin.

Laporan: La Ode Ali
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan