Iklan Clarion

KPK Evakuasi Walikota Kendari dan Calon Gubernur Sultra ke Jakarta

SULTRAKINI.COM: Calon Gubernur Sultra Asrun dan putranya Adriatma Dwi Putra, Walikota Kendari, digiring ke Jakarta oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28 Februari 2018) malam. Sebelumnya keduanya diperiksa sekitar 13 jam oleh tim penyidik KPK di ruang berbeda Mapolda Sultra atas dugaan suap Rp.1,5 miliar melalui operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah ruko milik pengusaha bernama Hasmun Hamzah di Jalan Syech Yusuf, Kendari.

Sebuah sumber menyebutkan Asrun dan ADP tidak ikut tertangkap tangan, namun berdasarkan pengembangan hasil OTT yang dilakukan di Ruko Milik Hasmun Hamzah, keduanya terlibat.

OTT berlangsung Rabu dini hari. Saat itu KPK mengamankan lima orang, termasuk Hasmun Hamzah, seorang kontraktor dan pengusaha cat jotun, pemilik PT Indo Jaya dan Direktur PT Sarana Bangun Nusantara. Selama ini dia banyak mengerjakan proyek raksasa di lingkungan pemerintah Kota Kendari. Bahkan saat Asrun menjadi Wali Kota Kendari sebelum digantikan anaknya, ADP, dia sudah menguasai proyek-projek besar.

Asrun dan ADP dijemput subuh hari, sesaat setelah tiba dari Kabupaten Bombana untuk melakukan sosialisasi pencalonan Pilgub Sultra. Keduanya diperiksa di Mapolda mulai pukul 05.30 Wita dan berakhir 19.00 Wita.

Usai pemeriksaan di Mapolda, Asrun mengenakan jaket hitam berkopiah tampak menuruni anak tangga kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) disusul anaknya ADP yang juga mengenakan jaket warna hitam. Keduanya menutup wajah dengan masker. Keduanya tidak memberikan keterangan apa pun kepada jurnalis yang menunggui sejak pagi hari.

Selain ayah dan anak itu, dua orang lainnya ikut dibawa ke Jakarta, yakni Hasmun dan Fatmahwati Faqih (Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari) ikut naik bus milik Polda yang akan mengangkutnya menuju Bandara Halu Oleo Kendari untuk diterbangkan ke Jakarta guna pemeriksaan lanjutan.

Proses evakuasi ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap. Jurnalis pun kesulitan untuk mendekat.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan pemeriksaan Asrun dan ADP serta sejumlah orang lainnya.

“Benar ada kegiatan dalam proses penyelidikan yang dilakukan di Kendari sejak kemarin malam hingga hari ini. Tim melakukan kroscek dari informasi masyarakat yang kami dapatkan,” kata Febri di Jakarta.

 

Laporan: shen

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.