November 2021: Impor Bahan Bakar Mineral di Sultra Turun 37,04 Persen

  • Bagikan
Grafik perkembangan impor Provinsi Sultra pada November 2021. (Foto: Potongan video rilis BPS Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat nilai impor pada November 2021 mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2021. Begitu juga volumenya.

Nilai impor Sultra pada November 2021 US$195,40 juta atau turun 27,83 persen dibanding impor Oktober 2021 senilai US$270,73 juta. Sedangkan volume impor pada November 2021 tercatat 551,49 ribu ton atau turun 33,52 persen dibanding impor Oktober 2021 senilai 829,58 ribu ton.

Selama periode Januari 2019-November 2021, nilai impor Sultra tertinggi terjadi pada November 2020 dengan nilai US$341,77 juta dan terendah pada Maret 2019, yaitu US$28,75 juta. Sementara volume impor tertinggi terjadi pada November 2019 mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah pada Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

Impor Sultra pada November 2021 didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral senilai US$104,25 (turun 37,04 persen), disusul komoditas besi dan baja senilai US$37,81 juta (turun 26,09 persen).

“Dari perkembangannya terhadap Oktober 2021, penurunan impor Sultra November 2021 dibanding Oktober 2021 terjadi pada kelompok bahan bakar mineral senilai US$ 61,33 juta (turun 37,04 persen), diikuti besi dan baja senilai US$13,35 juta (turun 26,09 persen),” jelas Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, Senin (3 Januari 2022).

Baca:   Juli 2019, Kendari Deflasi 0,24

Semetara, komoditas mesin dan peralatan mekanis naik senilai US$8,7 juta (63,41 persen); diikuti mesin/peralatan listrik senilai US$3,96 juta (77,87 persen); dan golongan benda-benda dari batu, gips dan semen naik senilai US$6,39 juta (naik 7.521,56 persen).

Agnes menerangkan, total impor Sultra pada November 2021 mengalami penurunan 27,83 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan turunnya impor terbesar dari negara Tiongkok senilai US$28,11 juta atau turun 25,95 persen, diikuti negara Australia senilai US$23,32 juta atau turun 23,43 persen.

Total nilai impor dari tiga negara tersebut pada November 2021 mencapai US$156,39 juta atau turun US$90,51 juta (36,66 persen) dibandingkan Oktober 2021.

“Turunnya nilai impor ini juga terjadi dari beberapa negara, seperti Tiongkok US$80,20 juta (25,95 persen) dan Australia senilai US$76,19 juta (23,43 persen),” ujarnya.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, impor dari tiga negara utama selama Januari-November 2021 naik senilai US$610,5 juta (58,44 persen). Peningkatan nilai impor terutama berasal dari Australia US$23,32 juta (256,44 persen).

Dilihat dari peranannya terhadap total impor Januari-November 2021, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh Tiongkok senilai US$833,11 juta (42,13 persen), Australia dengan nilai US$471,98 juta (23,87 persen), dan Afrika Selatan dengan nilai impor US$349,96 juta (17,70 persen).

Baca:   Panen Melimpah, Wakil Bupati Konawe Ajak ASN Beli Beras di Bulog

Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 83,70 persen dari total impor wilayah Sultra pada Januari-November 2021.

Kemudian penggunaan barang menurut golongan penggunaan barang selama November 2021, golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar 91,08 persen dengan nilai US$175,68 juta. Dibandingkan bulan sebelumnya, total nilai impor golongan penggunaan barang selama November 2021 mengalami penurunan.

“Penurunan terbesar adalah golongan barang konsumsi senilai US$0,02 juta (47,92 persen) diikuti bahan baku/penolong senilai US$71,7 juta (28,98 persen), dan golongan barang modal turun US$3,62 juta (15,51 persen),” tambah Kepala BPS.

Sejauh ini impor Provinsi Sultra, antara lain komoditas bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan pesawat mekanik, serta mesin dan kendaraan serta bagiannya.

Selama Januari-November 2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan US$1,39 juta (turun 50,56 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikkan 63,91 persen atau senilai US$702,18 juta, dan barang modal turun 28,49 persen atau senilai US$69,76 juta.

Untuk diketahui, nilai neraca perdagangan Provinsi Sultra pada November 2021 mengalami defisit US$60,12 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sultra pada Januari-November 2021 mengalami surplus US$1.691,67 juta.

Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-November 2020), di mana nilai neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami surplus US$813,28 juta. (B)

Baca:   Nilai Impor Sultra Naik Lagi, Didominasi Besi dan Baja Seperti Ferrochromium

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan