Kontak Senjata dengan Kelompok MIT Poso, Satu Anggota Brimob Asal Sultra Gugur

SULTRAKINI.COM: Baku tembak antara aparat Bravo 5 dari satuan gabungan khusus dengan kelompok Muhajirin Indonesia Timur (MIT) kembali terjadi. Kontak tembak di seputaran Pegunungan Kilo 7 Desa Gayatri, Kecamatan PPU, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang terjadi sekira pukul 16.00 Wita ini menewaskan seorang anggota Brimob Polda Sulteng yang kabarnya warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (3/3/2021).

Anggota Brimob tersebut adalah Briptu Herlis, warga Kabupaten Kolaka, Sultra yang sedang berdinas di Brimob Polda Sulteng Kompi 4 Tolitoli.

Kabar duka ini juga tersebar di media sosial dengan ucapan duka.

Saat ini jenazah almarhum sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kabupaten Poso dan direncanakan akan diterbangkan di daerah asalnya Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Diketahui, Briptu Herlis merupakan putra dari pasangan Bapak Ido Pombili dan Ibu Almarhum Salmi warga Dusun II Desa Kondara, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka, Sultra.

Informasi ini juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto bahwa baku tembak tersebut dalam rangkaian operasi pengejaran terhadap anggota MIT dari Dusun Andole. Namun, pada Rabu sore tadi, Briptu Herlis meninggal dunia akibat insiden tersebut.

“Baku tembak hari ini adalah rangkaian dari operasi pengejaran terhadap anggota MIT dari Dusun Andole,” kata Kombes Pol Didik Supranoto di RS Bhayangkara Palu.

Akibat kejadian Rabu sore itu, Briptu Herlis meninggal dunia akibat luka tembak di perut. Jenazah pada Rabu petang telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palu.

Jenazah Briptu Herlis juga rencananya akan dibawa ke Kabupaten Kolaka malam ini.

“Kami upayakan malam ini bisa dibawa ke daerah asalnya,” jelas Didik dilansir dari Liputan6.com.

Saat dikonfirmasi kepulangan jenazah Briptu Herlis, Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono belum bisa memberi komentar. Pihaknya juga belum mendapatkan tembusan dari pihak Polda Sulteng tentang rencana pemakaman Briptu Herlis
atau perihal lainnya.

“Gak bisa komentar karena itu domainnya Polda Sulteng. Lebih baik konfirmasi ke Polda Sulteng,” singkatnya, Rabu (3/3/2021) melalui pesan Whatsap.  (B)

Laporan: Riswan
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.