Cantiknya Kalung Mutiara di Stan Pemkot Baubau Pameran HPN

  • Bagikan
Perajin mutiara asal Baubau, Muhammad Sugiono menunjukkan salah satu produk olahan mutiara di stan Pemkot Baubau pameran HPN, Senin (7 Februari 2022). (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Siapa yang lagi cari kalung mutiara? Kesempatan besar bagi pengunjung untuk mendapatkan aksesoris ini dengan mendatangi stan Pemerintah Kota Baubau di pameran Hari Pers Nasional (HPN) di alun-alun MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kalung mutiara laut maupun air tawar dipamerkan di stan Pemkot Baubau ini merupakan hasil kerajinan warga setempat, yang dijual dengan harga bervariatif, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 27 juta.

loker wartawan sultrakini

Dijelaskan perajin Baubau, Muhammad Sugiono, pameran HPN pada 6-9 Februari dimanfaatkan pihaknya untuk memasarkan hasil kerajinan dengan bahan olahan mutiara, seperti sel mutiara yang sudah diproses, kerajinan kulit mutiara, kalung, cincin, gelang hingga bros ciri khas Sultra.

“Harga kalung mutiara great A seharga 27 juta, itupun masih diskon, aslinya 35 juta,” ucapnya, Senin (7 Februari 2022).

Sejumlah kerajinan mutiara dari Kota Babau dipamerkan di pameran HPN alun-alun MTQ Kendari. (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

Bahan baku mutiara didapatkan para perajin di perairan Sulawesi. Di Kota Baubau sendiri, penangkaran mutiara berada di wilayah Palabusa.

Soal pemasaran, biasanya pedagang mencari sendiri, bahkan dicari dari Cina dan Bali, serta kerajinan ini terjual melalui acara-acara besar pemerintah dan dunia usaha.

Namun adanya pandemi Covid-19 ikut membawa dampak buruk bagi pendapatan perajin mutiara di Kota Baubau, sehingga acara-acara besar seperti HPN membawa peluang mereka memasarkan produknya.

Baca:   Kunjungi Stan Pemda Muna, Gubernur Ali Mazi Disambut Irama Gong, Pengunjung Terhipnotis

“Pemkot Baubau banyak membantu kebutuhan pengolahan dan memasarkan, bahkan selalu memfasilitasi mengikuti event-event besar,” jelas pria sudah menjadi perajin 30 tahun lamanya itu. (C)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Sarini Ido

loker marketing sultrakini
  • Bagikan