Tekanan Inflasi di Sultra Saat Ramadan

  • Bagikan
Kepala Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani pada pertemuan bincang-bincang keadaan ekonomi Sultra. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)
Kepala Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani pada pertemuan bincang-bincang keadaan ekonomi Sultra. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Sultra memperkirakan tekanan inflasi masih meningkat, melihat dari perkembangan harga komoditas selama Ramadan.

Tekanan inflasi dipengaruhi sejumlah komoditas dengan nilai jual cukup di Kota Kendari dan Kota Baubau.

“Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang HKBN (Hari Besar Keagamaan Nasional) dan terbatasnya beberapa stok komoditas,” ujar Kepala Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani, Kamis (23/5/2019).

Kota Kendari cenderung mengalami tekanan inflasi dari komoditas ikan kembung, bayam, bawang putih, bawang merah, dan tomat buah.

Sementara Kota Baubau cenderung tekanan inflasinya pada komoditas kacang panjang, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, dan bayam.

Suharman Tabrani mengatakan, BI bersama sejumlah perbankan di Sultra berupaya mendorong kestabilan harga melalui Badan Musyarawah Perbankan Daerah (BMPD) Sultra. Salah satu upayanya, aktif di kegiatan pasar murah saat Ramadan dan jelang Idul Fitri.

“Pasar murah dilaksanakan pada 19 sampai 20 Mei dan tanggal 22 sampai 23 Mei 2019. Di harapkan ini membantu masyarakat yang kurang mampu,” tambahnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Baca:   Periode Mei 2021, Sultra Alami Inflasi Lagi dan Bisa Jadi Inflasi Tertinggi Sepanjang Tahun
  • Bagikan