Cegah Covid-19 Masuk, Berikut Kesiapsiagaan di Wilayah Butur

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Wabah virus Corona terus ditangkal semua daerah di Indonesia. Utamanya Provinsi Sulawesi Tenggara yang tercatat memiliki pasien positif Covid-19. Sebagai upaya tidak mewabahnya virus tersebut, wilayah lainnya di Sultra ikut memperkuat kesiapsiagaan dengan berbagai cara, seperti tindakan pemerintah di Kabupaten Buton Utara (Butur).

Senilai Rp 500 juta dianggarkan untuk mengantisipasi Covid-19 di Kabupaten Butur.

Pemda serta DPRD bersama-sama mempersiapkan diri menangkal Covid-19 dengan berbagai cara. Mulai dari meliburkan aktivitas sekolah, menutup objek wisata, membatasi aktivitas di perkantoran, mengurangi aktivitas yang kurang penting di luar, tetap berada di rumah, tidak keluar daerah untuk urusan yang tidak terlalu penting, hingga imbauan-imbauan serta sosialisasi lainnya yang menjurus ke pencegahan penularan Covid-19.

(Baca: Waspada Corona, Pemda Butur Mulai Liburkan Sekolah dan Tutup Objek Wisata)

(Baca: Satpol PP Butur Patroli Pencegahan Covid-19, Masih Ditemukan Pemuda yang Nongkrong)

Aspek lainnya diperhatikan Pemda dan DPRD Butur adalah kesiapan RSUD dalam penanganan pasien dengan gejala Corona. Pemantauan kesiapkan fasilitas juga sudah dilakukan pada Senin (23/3/2020). Termasuk, kesiapan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis.

Perbatasan wilayah Butur juga tidak luput dari pantauan. Pintu pemantauan akan dipasang di titik perbatasan Butur. Seperti di Kecamatan Kambowa, perbatasan dengan Kabupaten Muna di Maligano, Pelabuhan Labuan, Pelabuhan WD Buri, dan Pelabuhan Lasora.

“Lima titik pintu itu kita tempatkan Pol PP, polisi, dan TNI dan orang perhubungan (Dinas Perhubungan) untuk memantau pergerakan orang-orang yang masuk melalui pintu itu. Saya minta dukungan masyarakat, kepala desa, kelurahan, dan kecamatan untuk ikut membantu, begitu ada orang baru yang masuk kita isolasi. Ini ada beberapa kepala dinas kita isolasi karena dari Jakarta,” terangnya.

Antisipasi penularan Covid-19 di Kabupaten Butur melibatkan berbagai unsur secara vertikal, serta aparat kepolisian, TNI, dan masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini saya mengeluarkan surat edaran bupati untuk mencegah orang Butur keluar daerah, terutama daerah-daerah tertanda zona merah, apalagi di luar daerah Sulawesi Tenggara untuk meminimalisir warga kita yang keluar daerah,” jelas Bupati Butur, Abu Hasan, Senin (23/3/2020).

Fortune

“Kita bahu-membahu menjadikan Corona ini sebagai musuh bersama. Mengingat wabah virus Corona sangat berbahaya dan pergerakannya sangat cepat sehingga betul-betul waspada,” ujar Abu Hasan.

Pemantauan RSUD Butur. (Foto: Ardian Saban/SULTRAKINI.COM)

Ketua DPRD Butur, Diwan juga sudah merapatkan barisan agar bersama-sama memutus penyebaran virus Corona. Pencairan anggaran untuk kebutuhan alat kesehatan juga dibahas pihaknya sebagai langkah kesiapsiagaan penyebaran virus Corona.

“Sudah siap untuk pencairan dananya, dari Dinas Kesehatan sudah menyiapkan dokumen kelengkapan untuk pencairan dana, pencairan dana kalau bukan hari ini, mungkin besok,” ucap Diwan, Senin (23/3/2020).

“Kami di DPRD segera menyiapkan lagi rapat bersama untuk mengatasi di lapangan. Intinya kami di DPRD dan pemerintah daerah kompak untuk mengatasi masalah Corona,” sambungnya.

Untuk diketahui, sebanyak 52 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Butur, dari total 982 orang se-Sultra.

Secara rinci, perkembangan Covid-19 di Provinsi Sultra, yakni 982 orang berstatus ODP, 10 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), satu PDP dinyatakan meninggal, tiga orang positif Covid-19.

(Baca juga: Satu PDP Suspect Corona di RS Bahteramas Sultra Meninggal, Hasil Uji Lab Tetap Ditunggu)

(Baca juga: Terus Meningkat, ODP Virus Corona di Sultra Berjumlah 982 Orang)

(Baca: Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020, Pemerintah Daerah Diminta Tentukan Status Keadaan Darurat)

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.